JAKARTA - Paroki Katedral Jakarta telah mempersiapkan sejumlah kesiapannya jelang Perayaan Natal 2021. Salah satu yang menjadi perhatian yakni bagaimana protokol kesehatan bagi para Umat Katolik.
Humas Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral, Susyana Suwandi menjelaskan, di masa pandemi Covid-19, pelaksanaan peribadatan di Gereja Katedral seperti halnya Natal di masa pandemic tahun lalu tetap mengikuti Pedoman yang ditetapkan oleh Keuskupan Agung Jakarta dengan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan yang sangat ketat.
Baca juga: Jelang Natal, 938 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Untuk itu, Gereja Katedral menyediakan alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan, hand sanitizer, mengatur jarak duduk di kursi, dan masih banyak hal yang dilakukan sebagai upaya melaksanakan protokol kesehatan secara ketat guna memutus mata rantai Covid-19.
"Tim Gugus Kendali Paroki Katedral sejak awal pandemi telah dibentuk guna mengatur dan melaksanakan serta mengawasi jalannya pelaksanaan protokol Kesehatan di Gereja Katedral. Kapasitas gereja untuk ibadat misa Natal sebanyak 650 kursi yaitu 40 % dari kapasitas total Gereja Katedral. 350 umat berada di dalam Gereja Katedral, 210 umat berada di aula atas dan 130 umat berada di Plaza Maria," kata Susyana kepada wartawan, Jumat (24/12/2021).
Baca juga: 135 Gereja di Jakbar Dijaga Ketat Polisi saat Natal
Setiap selesai ibadat Gereja Katedral melakukan disinfeksi didalam seluruh ruang gereja. Umat yang hadir adalah umat yang terdaftar di Paroki Katedral harus dalam keadaan sehat dan melakukan pendaftaran untuk mengikuti ibadat melalui website Belarasa yang disediakan oleh Keuskupan Agung Jakarta.
"Setelah mendapatkan OR code pada undangan yang diperoleh setelah mendaftar di Website Belarasa, maka umat wajib membawa undangan tersebut disertai KTP serta menggunakan aplikasi Peduli Lindungi," tuturnya.
Pantauan di lokasi, sejak memasuki pintu gerbang terlihat Pohon Natal yang cukup besar ada sebelum pintu masuk. Memasuki ruang utama Gereja Katedral itu, terlihat panitia mengatur tempat duduk umat.
Mereka memasang tali pembatas tiap kursi. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, tali-tali itu bertujuan mengatur jarak atar umat. Sebelum memasuki gereja, disediakan pula handsanitizer dan tempat mencuci tangan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.