Satu ketika markas KONGA III yang berisi 300 personel diserbu 2.000 personel pasukan pemberontak Moises Tsombe. Mereka mengepung markas KONGA III. Pasukan KONGA III mati-matian mempertahankan markasnya. Baku tembak sengit tak terhindarkan saat dini hari.
Pertahanan prajurit TNI yang kokoh membuat pemberontak berhasil dipukul mundur ke wilayah gurun pasir jelang subuh. Sejumlah prajurit TNI terluka dalam serangan seporadis tersebut namun tak ada anggota yang gugur.
Pemberontak berani menyerang membuat pasukan perdamaian dari semua negara langsung melakukan rapat koordinasi untuk melakukan pengejaran. Kemudian dikirimkanlah pasukan sebanyak 30 orang untuk mengejar para pemberontak.
Ke-30 orang berisikan prajurit Kopassus itu pada awalnya melumuri kulitnya dengan arang agar menyerupai warna kulit suku asli. Lalu, mereka memburu kelompok separatis tersebut hingga ke markasnya di dekat Danau Tanganyika.
Baca juga: Cerita Mistis Prajurit Kopassus Tersesat ke 'Alam Lain' di Papua
Kawasan ini dikenal dengan "No Man Land” alias daerah tak bertuan yang merupakan wilayah kekuasaan kelompok pemberontak. Tak ada yang pernah berani memasuki kawasan ini, termasuk Tentara Nasional Pemerintahan Kongo. Betapa tidak, sebanyak 2 kompi pasukan India pernah dibantai di wilayah ini lantaran berusaha masuk ke wilayah tersebut.
Baca juga: Cerita Prajurit Kopassus Puasa di Tengah Perang di Timor Timur: Biar Lebih Dekat dengan Tuhan
Setelah menemukan markas pemberontak, pasukan Pasukan Konga III itu kemudian beristirahat sambil menyusun rencana penyerangan. Di markas pemberontak itu terdapat 3.000 orang lengkap dengan alutsista seperti tank panzer dan RPG/bazzoka.