Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Heroik Kopassus: Jenderal Sutiyoso Gotong Rekan yang Terluka Sambil Dikejar Pasukan Fretilin

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 01 Januari 2022 |06:01 WIB
Cerita Heroik Kopassus: Jenderal Sutiyoso Gotong Rekan yang Terluka Sambil Dikejar Pasukan Fretilin
ilustrasi. (Foto: ist)
A
A
A

JAKARTA – Letjen TNI (Purn) Sutiyoso tidak makan selama lima hari demi menyelamatkan anggotanya yang tertembak musuh. Kisah heroik sang jenderal ini terjadi saat dia menyusup ke wilayah Timor Timur, yang kini bernama Timor Leste.

Seperti dikutip dari iNews, saat itu Sutiyoso ditugaskan oleh jenderal Benny Moerdani untuk menyusup ke wilayah musuh dalam operasi rahasia yang kemudian dikenal dengan nama sandi Operasi Flamboyan.

BACA JUGA: Serangan Melegenda 30 Prajurit Kopassus "Les Spiritesses" Kalahkan 30 Ribu Pemberontak Kongo

Bersamaan dengan operasi rahasia itu, Satuan Tugas (Satgas) Intelijen Kopassus di bawah pimpinan Mayor Yunus Yosfiah yang beranggotakan 100 personel dipersiapkan. Seiring perkembangan situasi di Timor Portugis, Satgas dikembangkan dengan membagi menjadi tiga tim yang diberi sandi nama perempuan yakni, Susi, Tuti dan Umi. Masing-masing tim beranggotakan 100 personel sebagai bagian dari tim Operasi Flamboyan.

Dikutip dari buku “Sutiyoso The Field General, Totalitas Prajurit Para Komando” Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, Tim Susi dipimpin Mayor Infanteri Yunus Yosfiah dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sunarto. Sedangkan, Tim Tuti dipimpin Mayor Infanteri Tarub dengan wakilnya Kapten Infanteri Agus Salim Lubis. Sementara Tim Umi dipimpin Mayor Infanteri Sofian Effendi dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sutiyoso.

BACA JUGA: Cerita Mistis Prajurit Kopassus Tersesat ke 'Alam Lain' di Papua

Sebagai pasukan intelijen tempur terbatas Operasi Flamboyan, ketiga tim tersebut disusupkan dengan penyamaran dimana setiap personel memiliki ciri-ciri berambut gondrong, berpakaian sipil, kemeja dan celana jeans.

Dilengkapi dengan topi dan selendang khas Timor Portugis. Di kemudian hari, ketiga tim ini dikenal dengan sebutan The Blue Jeans Soldiers yang melegenda. Semua anggota pun diberi nama samaran. Sebagai Kasi Intel Satgas, Sutiyoso memilih nama Manix. Nama tersebut terinspirasi dari film mata-mata. Hingga akhirnya Sutiyoso dikenal dengan panggilan Kapten Manix.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement