Share

KALEIDOSKOP 2021: Gaza Membara, Perang 11 Hari Hamas-Israel Buat Rakyat Palestina Makin Merana

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 02 Januari 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 02 18 2526159 kaleidoskop-2021-gaza-membara-perang-11-hari-hamas-israel-buat-rakyat-palestina-makin-merana-OG8bUAearb.jpg Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di Gaza, 18 Mei 2021. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Pada 10 Mei 2021, dua hari menjelang perayaan Idul Fitri, serangan udara Israel menghantam Gaza dan menewaskan 20 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak. Serangan itu memulai konflik yang berlangsung selama hampir dua pekan dan menelan ratusan korban jiwa, sebagian besar warga sipil.

BACA JUGA: KALEIDOSKOP 2021: Semua Orang Tak Gentar Turun ke Jalan, Aksi Protes Kudeta Militer Myanmar Kian Memanas

Israel mengklaim serangan tersebut merupakan pembalasan atas roket yang ditembakkan Hamas ke Yerusalem beberapa jam sebelumnya. Hamas menembakkan roket ke Yerusalem, kota yang dianggap sebagai tempat suci bagi tiga agama: Islam, Kristen, dan Yahudi, sebagai tanggapan atas kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina, termasuk penggusuran dari lingkungan Sheikh Jarrah dan bentrokan di Masjid Al-Aqsa.

Situasi di Yerusalem memang tengah memanas dalam hari-hari menjelang pecahnya konflik antara Hamas dan Israel. Ketegangan dipicu oleh upaya Israel mengusir warga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem.

BACA JUGA: Sepekan Serangan Udara Israel, 212 Warga Palestina Tewas di Gaza

Pihak Israel mengatakan memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengusir warga Palestina dari Sheikh Jarrah, namun, keluarga Palestina yang digusur merasa berhak tinggal di sana karena mereka tidak pernah mendapat hak properti yang dijanjikan oleh Israel.

Masalah ini menimbulkan kemarahan warga Palestina di Sheikh Jarrah selama bulan Ramadan memicu beberapa demonstrasi dan kekerasan. Di tengah situasi ini, Hamas menembakkan roket ke Yerusalem sebagai bentuk dukungan, dan kemungkinan untuk menguatkan posisi mereka di mata warga Palestina, memantik api konflik yang lebih besar.

Kedua belah pihak saling berbalas serangan,dengan Hamas menembakkan ribuan roket yang menyasar kota-kota Israel sementara militer Zionis terus menggempur Gaza dengan serangan udara yang dilancarkan jet-jet tempurnya.

Seiring dengan serangan yang terus berlangsung, kerusakan dan korban juga terus bertambah di kedua belah pihak, terutama di Gaza dan kalangan warga Palestina. Sementara beberapa kota di Israel mengalami kerusakan, banyak gedung di Gaza rata dengan tanah akibat serangan Israel.

Konflik yang semakin meningkat membuat dunia internasional menyerukan penurunan ketegangan dan penghentian serangan. Pertemuan Dewan Keamanan PBB mendorong kedua belah pihak menghentikan konflik dan melakukan gencatan senjata agar bantuan kemanusiaan bisa dikirim ke Gaza mencegah terjadinya krisis yang lebih parah.

Setelah 11 hari pertempuran, ratusan serangan udara Israel ke Gaza dan ribuan roket yang ditembakkan Hamas, kedua belah pihak akhirnya menyepakati gencatan senjata.

Gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir itu diumumkan pada 21 Mei 2021 dan mulai berlaku di hari yang sama. Segera setelah gencatan senjata diumumkan, Hamas mengklaim kemenangan dalam pertempuran ini.

Serangan udara Israel menewaskan 254 korban, termasuk 66 anak-anak di pihak Palestina, sedangkan roket-roket Hamas merenggut 12 korban jiwa, termasuk dua anak-anak di Israel. Lebih dari 120.000 orang mengungsi dari konflik tersebut.

Pasca gencatan senjata, bantuan berdatangan ke Gaza dan upaya pembangunan kembali mulai direncanakan. Menurut data PBB, setidaknya 300 gedung hancur dan 1.000 rumah ambruk akibat serangan udara Israel. Diperkirakan butuh waktu beberapa tahun untuk melakukan pembangunan kembali Gaza.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini