“Hal ini benar-benar mencekik ruang di negara yang masih sekuler dan memungkinkan orang menyebarluaskan agama mereka. Pemotongan sumber dana ini membuat hak-hak itu tidak dapat diwujudkan,” ujarnya.
Para kritikus merujuk pada polarisasi agama yang berkembang di India sejak Partai Bharatiya Janata berkuasa pada 2014. Namun ketika perhatian terfokus pada serangan kelompok-kelompok Hindu yang suka main hakim sendiri terhadap kelompok Muslim, kelompok Kristen mengatakan serangan terhadap komunitas mereka – yang jumlahnya mencapai 2,4% total populasi India – juga meningkat.
Orang-orang Kristen dilaporkan menjadi target karena kemarahan warga Hindu terkait hak untuk pindah agama, isu yang telah sejak lama menjadi muatan politik Partai BJP sejak berkuasa.
Menurut laporan United Christian Forum, sebuah badan perlidungan hak-hak umat Kristen, jumlah dugaan serangan kekerasan dengan umat Kristen di India naik dari 279 kasus pada tahun 2020, menjadi 486 kasus pada tahun 2021.
Sebagian besar dugaan kekerasan yang dilaporkan terjadi di negara bagian yang diperintah oleh BJP. Hal ini mencakup gangguan terhadap perayaan Natal, dugaan serangan terhadap seorang pendeta dan pengrusakan sebuah patung Yesus.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.