Polisi Identifikasi Jaringan Internasional dari Sindikat Copet di WSBK

Antara, · Selasa 04 Januari 2022 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 340 2526975 polisi-identifikasi-jaringan-internasional-dari-sindikat-copet-di-wsbk-3q9VuqAr7H.jpg Pelaku copet di WSBK NTB (foto: istimewa)

MATARAM - Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan proses identifikasi jaringan internasional yang berafiliasi dengan sindikat copet asal Jakarta di ajang World Superbike 2021 di Sirkuit Mandalika.

"Jadi siapa saja kelompok-kelompok dari jaringan internasional-nya itu (sindikat copet), kami petakan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Hari Brata, di Mataram, Senin (3/1/2022).

Baca juga:  Pencopet di Sirkuit Mandalika Satu Keluarga, Pernah Beraksi di Sepang

Langkah itu dilakukan bersamaan dengan rangkaian penyidikan kasus pencurian dari dua kelompok copet asal Jakarta yang kini telah mendekam di Ruang Tahanan Polda NTB.

Ia pun memastikan, keterangan dari pemeriksaan dua kelompok copet beranggotakan delapan orang itu menjadi dasar polisi membuat skema dari jaringan kejahatan skala internasional tersebut.

"Jadi kegiatan ramai semacam MotoGP nanti, menjadi peluang mereka untuk beraksi. Itu yang kita antisipasi pada hari pelaksanaan dengan melakukan pemetaan. Kami petakan siapa saja kawan-kawannya," ujar dia.

Baca juga:  Lombok Diblokade, Pencuri di Sirkuit Mandalika Ditangkap saat Hendak Menyeberang Pulau

Berdasarkan eksekusi dari upaya itu, dia pun memastikan akan melakukan giat pengamanan seperti di ajang WSBK pada November 2021. Sterilisasi kawasan dan menyebar personel berpakaian preman pada hari pelaksanaan, menjadi bagian dari antisipasi gangguan keamanan.

"Langkah yang sama seperti momentum WSBK itu yang akan kami lakukan pada hari pelaksanaan (MotoGP), sterilisasi dan sebar personel di tribun penonton," ucapnya.

Bahkan untuk lebih mematangkan situasi keamanan, dia telah meminta anggotanya dan seluruh jajaran reserse kriminal di tingkat Polres dan Polsek agar menciptakan kondisi keamanan dengan menggalakkan pengungkapan kasus kejahatan.

"Jadi penekanannya ke kegiatan rutin kepolisian, yang normal, jadi ditingkatkan, yang biasa sehari ungkap satu, dua kasus, diminta untuk ditingkatkan, DPO-DPO itu juga, tangkap mereka. Itu yang kami tekan sampai ke bawah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini