Dia menambahkan bahwa obat-obatan terlarang yang sedang menuju Eropa itu diperkirakan memiliki nilai jual sekitar USD19 juta (Rp274 miliar).
Walikota dan sopirnya dibawa ke ibu kota Niger, Niamey, untuk diinterogasi.
Kendaraan itu diketahui hendak meninggalkan Fachi dan menuju Libya, tepatnya Kota Dirkou saat dihentikan pada Minggu (2/1).
Fachi adalah sebuah oasis di gurun Tenere sekitar 400km (250 mil) utara kota Agadez. Tempat ini dikenal sebagai pusat perdagangan garam dan kurma.
Wilayah ini digunakan sebagai rute untuk berbagai jenis perdagangan. Seperti memindahkan narkoba antara Amerika Selatan dan Eropa dan penyelundupan migran.
(Susi Susanti)