"Salah satunya adalah Hwasong-8, yang diuji coba pada September. Rudal ini, yang memiliki sejumlah fitur yang sama dengan Hwasong-8, adalah rudal lain," lanjutnya.
Peluncuran yang dilakukan pada Rabu (4/1) itu terdeteksi oleh sejumlah negara di kawasan dan mengundang kritik dari Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang.
Dalam perbincangan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi pada Kamis (5/1), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk peluncuran rudal Korut itu.
Deplu AS dalam sebuah pernyataan mengatakan kedua Menlu mendiskusikan kerja sama untuk mencapai perlucutan nuklir total dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea.
"Kami memandang setiap kemampuan (senjata) baru secara serius, dan seperti kami telah katakan, kami mengutuk uji rudal balistik yang terus menerus (dilakukan Korut), yang mengganggu stabilitas kawasan dan komunitas internasional," kata juru bicara Deplu AS.
Diketahui Korut menguji coba rudal hipersoniknya hanya beberapa jam sebelum Presiden Korsel Moon Jae-in menghadiri peletakan batu pertama pembangunan jalur kereta api yang dia harapkan dapat menghubungkan semenanjung Korea yang terbagi dua.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.