Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Cinta Mahapatih Gajah Mada dengan 3 Wanita

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 08 Januari 2022 |05:03 WIB
Kisah Cinta Mahapatih Gajah Mada dengan 3 Wanita
Ilustrasi (Foto : Okezone.com)
A
A
A

MAHAPATIH Gajah Mada dikenal dengan Sumpah Palapanya. Sumpah tersebut, ia berjanji tidak akan menikmati sesesuatu yang bersifat keduniawian, sebelum mempersatukan wilayah nusantara.

Salah satu kenikmatan yang bersifat keduniawian bagi laki-laki adalah wanita. Berbagai referensi mencatat, ada tiga nama wanita yang dikaitkan dengan Mahapatih Gajah Mada, Pertama Puranti yang merupakan putri Demang Suryanata dari Kerajaan Kahuripan. Kedua adalah Dyah Pitaloka Citaresmi putri Kerajaan Sunda yang terkenal akan kecantikannya pada masa itu. Sedangkan yang ketiga yakni, Ni Luh Ayu Sekarini putri Ki Dukuh Gedangan dari Kerajaan Bali.

Dilansir dari Sindonews.com, berdasarkan Prasasti Aria Bebed yang berupa lempengan tembaga di halaman Candi Aria Bebed di Desa Bubunan, Kecamatan Sririt, Kabupaten Buleleng, Singaraja, hanya dengan Ni Luh Ayu Sekarini ini lah Gajah Mada disebut-sebut menikah dan dikaruniai putera bernama Aria Bebed.

Dalam prasasti tersebut memuat cerita tentang Gajah Mada yang diutus Ratu Tribhuwana Tunggadewi untuk melakukan penyerbuan dan penaklukan terhadap Kerajaan Bali. Pada saat penaklukan Bali, Gajah Mada sempat mendatangi Pedukuhan Gedangan untuk bermeditasi.

Gajah Mada yang sempat tinggal dan melakukan meditasi di tempat itu sekitar kurang lebih empat bulanan, sering bertemu dengan putri Ki Dukuh Gedangan yang bernama Ni Luh Ayu Sekarini.

Dikisahkan, Gajah Mada langsung jatuh hati terhadap Ni Luh Ayu Sekarini yang cantik jelita. Lalu benih-benih cinta tumbuh diantara keduanya hingga sampai menikah. Sehingga Ni Luh Ayu Sekarini mengandung. Namun sebelum anaknya lahir, Gajah Mada harus kembali ke Mahapahit karena dipanggil Ratu Tribhuwana Tunggadewi.

Setelah putera Gajah Mada itu menjadi dewasa, dia mencari ayahnya ke Majapahit. Anak itu setelah beberapa lama tinggal di Majapahit, Aria Bebed lalu kembali ke Bali.

Sementara, mengenai kisah cinta Gajah Mada dengan Puranti dimuat dalam buku "Kisah Cinta Gajah Mada, Kontroversi Kehidupan sang Mahapatih" karya Gesta Bayuadhy, Cetakan Pertama, 2015, kisahnya dimulai sebelum Gajah Mada menjadi prajurit Bhayangkara.

Saat itu Gajah Mada dikenal sebagai seorang Bekel Dipa atau prajurit biasa yang mengabdi di Kerajaan Kahuripan yang merupakan Kerajaan bawahan Majapahit. Gajah Mada yang seorang prajurit ini pun jatuh hati terhadap putri Demang Suryanata dari Kerajaan Kahuripan yang bernama Puranti. Namun saat cinta keduanya bersemi sang kekasih Puranti ketika itu dilamar oleh Raden Damar, putra seorang patih bernama Rangga Tanding di Kahuripan.

Tentu saja Demang Suryanata tidak bisa menolak lamaran tersebut mengingat dia adalah bawahan Patih Rangga Tanding. Posisi Gajah Mada yang hanya seorang Bekel Dipa (prajurit biasa) hanya bisa menerima kenyataan dan bersedia mundur demi kebahagian sang kekasih Puranti.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement