Share

Tega! Kakek Ini Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur Penyandang Disabilitas

Heri Purnomo, iNews · Selasa 11 Januari 2022 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 340 2530734 tega-kakek-ini-diduga-cabuli-anak-di-bawah-umur-penyandang-disabilitas-rLKTrXug9k.jpg Illustrasi (foto: freepick)

BLORA - Seorang kakek berinisial M (72), warga Kecamatan/Kabupaten Blora, Jawa Tengah diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang keterbelakangan mental (disabilitas).

Ia adalah G (12) anak dari Y warga Kecamatan Jepon yang ikut neneknya di Kecamatan Kota. Menurut Y, mengetahui anaknya dicabuli pada Jumat 7 Januari 2022 lalu, ketika dipanggil di Kantor Kelurahan.

"Saya diberitahu kalau anak saya (G) dicabuli. Karena ada tetangga neneknya yang melaporkan ke Kelurahan," kata Y kepada sejumlah media, Selasa (11/2/2022).

Baca juga:  Marbot di Bekasi Jadi Tersangka Pencabulan, Ini Alasan Paksa Bocah Oral Seks

Sebelumnya, lanjut Y, neneknya (G) sekitar tiga bulan lalu pernah bercerita, kalau anaknya (G) merasakan sakit dibagian kemaluanya.

Dengan didampingi petugas Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora Y melaporkan kejadian itu ke polisi, pada hari itu juga.

"Saya sudah lapor polisi dan anak saya langsung di visum di rumah sakit. Kata dokter yang memeriksa, hasilnya kemaluan anak saya rusak," ucapnya.

Baca juga:  Gadis 18 Tahun Diduga Dicabuli Oknum ASN di Hotel

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Setiyanto membenarkan adanya laporan itu. Setiyanto mengatakan kalau pihaknya belum menerima hasil visum.

"Jangan salah persepsi, kalau ada tanda terima dari puskesmas atau rumah sakit itu hasil visum. Kalau visum itu langsung ke Kami. Secara kasat mata memang hasil sudah keluar, namun secara otentik hukum, kami belum menerima visum dari rumah sakit yang memeriksanya. Hari Jumat memang ada laporan itu," kata Setiyanto.

Saat ini, lanjut Setiyanto, pihaknya telah memanggil ibu korban dan calon terduga untuk dimintai keterangan terkait laporan dugaan pencabulan itu.

"Sejauh ini calon tersangka setelah kita mintai keterangan, sudah ada mengarah ke situ. Tentunya kalau kita sudah mengumpulkan alat bukti, ya kita tahan, ada upaya hukum. Untuk perkembangan tentunya kita gali. Apakah calon tersangka patut kita tahan atau mungkin dijamin keluarganya karena mengingat usianya sudah tua," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini