Menurut Fikrul, perebutan benteng yang dilakukan Siti di atas menyulut terjadinya Perang Manggopoh. Seperti halnya peristiwa gerakan sosial di daerah, peristiwa Perang Manggopoh hanya berlangsung sehari. Keesokan harinya, Siti dan suaminya Rasyid Bagindo Magek dicari tentara Belanda.
Setelah 17 hari buron, Siti bersama suaminya berhasil ditangkap dan dipenjarakan Belanda. Namun, lantaran mempunyai bayi bernama Dalima, Siti terbebas dari hukuman pembuangan. Sedangkan Rasyid Bagindo Magek dihukum buang ke Manado dan meninggal di sana.
Siti Manggopoh meninggal di usia 85 tahun, atau tepatnya pada 20 Agustus 1965 di Kampung Gasan Gadang, Kabupaten Agam.
Selanjutnya, dia dinobatkan oleh Satria Muda Indonesia sebagai pendekar silat Minang. Siti Manggopoh memang sudah terkenal pesilat tangguh sejak dirinya masih remaja.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.