Share

Bejat! Oknum Guru SD di Pesisir Barat Cabuli 14 Muridnya

Enrico Ngantung, iNews · Rabu 12 Januari 2022 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 340 2530842 bejat-oknum-guru-sd-di-pesisir-barat-cabuli-14-muridnya-NgQ5OmZPCp.jpg Ilustrasi pencabulan (Foto: India Today)

LAMPUNG - Seorang pria berusia 39 tahun yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) pada lembaga pendidikan sekolah dasar (SD) ditangkap Satreskrim Polsek Pesisir Utara karena tega mencabuli 14 belas muridnya yang masih berusia di bawah umur. Pelaku melakukan aksinya di ruangan perpustakan di tempat ia mengajar.

Satuan reserse kriminal Polsek Pesisir Utara berhasil mengamankan Bambang Haryanto, seorang guru di SDN 105 Krui warga Pekon Pugung Penengahan, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Jumat (7/1) sore di kediamannya.

Penangkapan pelaku bedasarkan laporan yang dibuat oleh orang tua dari Bunga, siswi kelas 4 SD berusia 10 tahun yang menjadi salah satu korban pencabulan yang dilakukan oleh pelaku. Bunga adalah muridnya sendiri.

Baca juga: Astaga! Guru Cabuli 15 Siswanya saat Jam Istirahat

Laki-laki yang berprofesi sebagai guru ini sudah melakukan aksi bejatnya sejak Maret 2020 hingga Desember 2021 dengan jumlah korban sebanyak 14 orang. Menurut pengakuanya, dia merasa bergairah jika melihat anak perempuan di bawah umur sehingga hasratnya begitu besar ketika melihat anak muridnya di sekolah.

Pelaku melakukan aksinya di sebuah ruangan perpustakaan yang sepi dengan dalih cek fisik di bagian kemaluan korban dengan menggunakan jari tengahnya.

Baca juga: Bejat! Guru Ngaji di Lubuklinggau Cabuli Muridnya hingga Pendarahan

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pesisir Utara, Ipda Meidy Haryanto menjelaskan selain memaksa korbannya untuk melakukan cek fisik, modus lain dari pelaku adalah mengiming-imingi memberikan nilai bagus kepada korban jika mau menuruti nafsu bejatnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti berupa celana dalam korban dan pakaian sekolah saat kejadian sudah diamankan di Mapolsek Pesisir Utara.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 82 junto 76 e Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun penjara, dank arena tersangka merupakan ASN, hukumannya ditambah sepertiga. (sst)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini