Share

Pasokan Gas dari Rusia Terancam Dihentikan, Moldova Umumkan Keadaan Darurat

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 18 2535018 pasokan-gas-dari-rusia-terancam-dihentikan-moldova-umumkan-keadaan-darurat-zW1POqpdv8.jpg Foto: Getty.

CHISINAU - Pemerintah Moldova telah mengumumkan keadaan darurat baru selama 60 hari, menyusul peringatan dari perusahaan energi Rusia Gazprom bahwa mereka dapat menghentikan pengiriman gas ke negara itu karena tagihan yang belum dibayar.

BACA JUGA: Diblokir AS, Gazprom Siap Alihkan Gas ke Asia

Perdana Menteri Moldova Natalia Gavrilița mengumumkan berita tersebut pada sesi kabinet pada Rabu (19/1/2022), dengan mengatakan, “keputusan telah disetujui. Sekarang harus dikonfirmasi oleh parlemen. Setelah itu, komisi darurat akan mengambil tindakan penuh untuk memastikan bahwa konsumen memiliki akses ke gas tanpa gangguan.”

Diwartakan RT, Gavrilița melaporkan bahwa Gazprom telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada pemerintah Moldova bahwa jika gagal membayar hutangnya kepada perusahaan pada Januari, raksasa energi negara Rusia itu akan menghentikan pengiriman gas.

Wakil Perdana Menteri Andrei Spinu juga mengatakan bahwa Moldova akan meminta untuk melunasi utangnya secara bertahap.

BACA JUGA: Ditemukan di Suhu Minus 20 Derajat Celcius, Bayi Perempuan Ini Selamat dan Sehat

“(Perusahaan energi negara) Moldovagaz akan membayar Gazprom uang muka sebesar USD38 juta pada 20 Januari,” kata Spinu dalam pengumumannya.

“Itu menyisakan USD25 juta lagi pada bulan Januari, dan Moldovagaz meminta agar pembayaran ini ditunda, tetapi tidak mencapai kesepakatan dengan Gazprom, yang tidak ingin membantu perusahaan saudarinya.”

Dia menambahkan bahwa Moldovagaz mengandalkan penerimaan kredit untuk membayar utang ini.

Vadim Cheban, pimpinan Moldovagaz, sebelumnya telah mengumumkan bahwa perusahaan tidak akan dapat membayar Gazprom pada Januari, mengatakan bahwa tarif tidak mengikuti kenaikan biaya gas, dan bahwa perusahaan berada dalam kesulitan keuangan sehingga tidak bisa mendapatkan kredit dari bank.

Moldova sebelumnya telah mengumumkan keadaan darurat pada Oktober untuk memerangi krisis energinya, setelah itu Moldovagaz dan Gazprom menandatangani kontrak lima tahun, menyetujui pembayaran bulanan. Moldova terpaksa meminta perpanjangan pembayaran November, ketika Gazprom juga mengancam akan menghentikan pengiriman, tetapi Moldovagaz akhirnya mampu membayar tagihan USD75 juta.

Dalam pidatonya pada Rabu, Spinu bersikeras bahwa situasi ini tidak akan terjadi lagi setelah krisis saat ini telah diselesaikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini