Share

Khawatir Perang dengan Rusia, Inggris Kirim 30 Tentara Elit dan 2.000 Peluncur Rudal anti-Tank ke Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 22 Januari 2022 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 18 2536244 khawatir-perang-dengan-rusia-inggris-kirim-30-tentara-elit-dan-2-000-peluncur-rudal-anti-tank-ke-ukraina-Q0dJxgPjN9.jpg Inggris kirim 30 tentara elit ke Ukraina (Foto: Tangkapan layar/ Military TV UA/YouTube)

INGGRIS - Sebuah tim yang terdiri dari 30 personel militer elit Inggris telah dikerahkan ke Ukraina untuk melatih angkatan bersenjatanya dalam penggunaan senjata anti-tank baru, yang diberikan oleh London ke Ukraina.

Saluran TV Inggris Sky News melaporkan 30 anggota Resimen Ranger, yang dibentuk akhir tahun lalu sebagai bagian dari Brigade Operasi Khusus yang baru, mendarat di Kiev minggu ini bersama 2.000 unit peluncur rudal anti-tank.

Sumbangan senjata Inggris datang ketika ketegangan tetap tinggi di perbatasan antara Rusia dan Ukraina. Moskow dituduh mengerahkan 100.000 tentara ke perbatasan, dengan beberapa media Barat dan pejabat menyarankan serangan militer sudah dekat. Namun Kremlin telah berulang kali membantah rencana untuk menyerang Ukraina.

Baca juga: Di Ambang Konflik dengan Ukraina, Rusia Kerahkan Pasukan Baru ke Krimea 

Dengan meningkatnya kekhawatiran perang, militer Ukraina telah melihat pasukan dari Inggris, Polandia, AS, dan Kanada tiba di Kiev untuk memberikan bantuan.

Senjata yang diduga dikirim oleh London adalah MBT NLAW, sistem rudal anti-tank fire-and-forget yang diproduksi oleh Inggris dan Swedia. Pengiriman itu datang tak lama setelah Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan kepada parlemen bahwa Inggris akan memberikan paket bantuan keamanan baru ke Ukraina.

 Baca juga: Ukraina Akan Kerahkan 8.500 Pasukan, 15 Helikopter Jaga Perbatasan Belarusia

“Biar saya perjelas: dukungan ini untuk kemampuan senjata jarak pendek dan jelas defensif. Itu bukan senjata strategis dan tidak menimbulkan ancaman bagi Rusia,” jelasnya.

“Mereka akan digunakan untuk membela diri, dan personel Inggris yang memberikan pelatihan tahap awal akan kembali ke Inggris setelah menyelesaikannya,” lanjutnya.

Pada Kamis (20/1), saat dalam perjalanan kerja ke Australia, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss memperingatkan Rusia bahwa setiap invasi ke Ukraina akan menyebabkan situasi yang mengerikan dan hilangnya nyawa. Dia juga meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berhenti dan mundur dari Ukraina. sebelum dia membuat kesalahan strategis yang besar.

Moskow telah berulang kali membantah rencana untuk menyerang Ukraina. Bulan lalu, dengan ketegangan yang meningkat, Kementerian Luar Negeri Rusia mengirim proposal ke AS dan NATO untuk perjanjian dengan jaminan keamanan. Negosiasi, yang diadakan pada 10 dan 12 Januari lalu, tidak berhasil menemukan kesepakatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini