JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan temuan akan ancaman kelompok terorisme yang mampu menyusup ke institusi pemerintah. Salah satunya di institusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
(Baca juga: Melihat Aksi Pasukan Elite TNI AL Bertempur dengan Jarak Dekat)
"Kemudian serangan teror terhadap simbol simbol negara pemanfaatan platform medsos baru dan ancaman infiltrasi jaringan teror ke institusi pemerintah," kata Kepala BNPT Komjen (Pol) Boy Rafli Amar dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Selasa (25/1/2022).
Mantan Kapolda Papua ini melanjutkan, bahwa kelompok terorisme ini berupaya dapat mempengaruhi pegawai di BUMN untuk mendapatkan dukungan.
(Baca juga: BNPT Tindak 364 Orang Terlibat Terorisme Selama 2021)
Menurutnya, kelompok terorisme ini mengincar sumber daya yang dimiliki oleh negara. Namun Boy tidak membeberkan secara spesifik sumber daya apa yang dimaksudnya.
"Karena strategi mereka juga sepertinya ingin mencoba mendapatkan dukungan dari unsur-unsur yang bekerja di sektor pemerintahan termasuk di Badan Usaha Milik Negara yang bisa saja mereka ingin memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh negara," terangnya.
Oleh karena itu, kata dia, BNPT berupaya mencegah penyusupan kelompok terorisme di institusi pemerintah ini melalui penguatan jiwa. Hal ini diterapkan si sektor pemerintahan dan BUMN.