Share

Turis Prancis Dihukum Penjara 8 Tahun di Iran Usai Dituduh Mata-Mata

Susi Susanti, Okezone · Rabu 26 Januari 2022 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 18 2538122 turis-prancis-dihukum-penjara-8-tahun-di-iran-usai-dituduh-mata-mata-JfVWCxP64H.jpg Turis asal Prancis dihukum penjara 8 tahun di Iran, dituduh mata-mata (Foto: Reuters)

PRANCIS - Seorang turis asal Prancis telah dihukum penjara selama delapan tahun karena dituduh sebagai mata-mata oleh pengadilan di Iran.

Benjamin Brière, 36, ditangkap pada Mei 2020 setelah menerbangkan drone di dekat perbatasan Iran-Turkmenistan.

Kementerian luar negeri Prancis menyebut tuduhan itu "tidak dapat diterima" dan mengatakan itu "tidak memiliki dasar fakta".

Kementerian luar negeri Prancis mengatakan Brire ditangkap saat berlibur di Iran.

 Baca juga: Israel Desak Turki Bebaskan Pasangan yang Ditahan karena Mengambil Foto Istana, Dituduh Mata-Mata

Seorang pengacara untuk Brière, Philippe Valent, mengatakan kliennya "semakin lemah" karena aksi mogok makan yang dilakukan sejak Desember tahun lalu.

“Dia tidak menjalani pengadilan yang adil di depan hakim yang tidak memihak,” terangnya, dikutip kantor berita AFP.

 BACA JUGA:Drone di Atas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Menarik Perhatian Agen Mata-Mata

Brière diadili secara tertutup di Pengadilan Revolusi di kota timur Mashhad. Valent mengatakan kliennya belum sepenuhnya diberitahu tentang tuduhan terhadap dirinya.

Dia mengatakan kliennya telah dipenjara selama delapan bulan tambahan karena propaganda melawan sistem Islam Iran.

"Putusan ini adalah hasil dari proses politik murni yang... tanpa dasar apapun," lanjutnya.

Sementara itu, keluarga Brière bersikeras bahwa dia tidak bersalah dan mengatakan dia digunakan sebagai pion politik.

Briere menjadi salah satu dari lebih dari selusin warga negara asing atau orang dengan kewarganegaraan ganda Iran yang ditahan di Iran, meskipun dia adalah satu-satunya tahanan Barat yang diketahui tidak juga memegang paspor Iran.

Kasusnya muncul pada saat ketegangan meningkat antara Iran dan kekuatan Barat, berselisih mengenai program nuklir Iran.

Seperti diketahuim Iran, Prancis, Jerman dan Inggris telah mengadakan pembicaraan di Wina selama beberapa bulan yang bertujuan untuk memulihkan kesepakatan internasional untuk mengekang kegiatan nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi, kesepakatan yang terurai setelah AS menarik dukungannya pada 2018.

Sejauh ini pembicaraan belum menemukan kesepakatan karena masing-masing pihak memperingatkan bahwa negosiasi telah kehabisan waktu.

Negara Barat mengatakan mereka tidak yakin dengan pernyataan Iran bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai dan bukan untuk membuat bom.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini