Share

RS Tolak Pasien Transplantasi Jantung karena Tidak Divaksin Covid-19

Susi Susanti, Okezone · Rabu 26 Januari 2022 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 18 2538225 rs-tolak-pasien-transplantasi-jantung-karena-tidak-divaksin-covid-19-ZknTptYrUq.jpg Pasien ditolak RS untuk operasi transplantasi jantung karena tidak divaksin Covid-19 (Foto: CBS)

BOSTON - Sebuah rumah sakit (RS) di Amerika Serikat (AS) telah menolak seorang pasien untuk transplantasi jantung karena ia tidak divaksinasi Covid-19.

DJ Ferguson, 31, sangat membutuhkan jantung baru, tetapi Brigham and Women's Hospital di Boston mengeluarkannya dari daftar penerima transplantasi jantung.

Sang ayah, David, mengatakan vaksin Covid-19 bertentangan dengan prinsip dasar putranya karena sang anak tidak mempercayai vaksin itu.

"Anak saya bertarung dengan sangat berani dan dia memiliki integritas dan prinsip yang sangat dia yakini dan itu membuat saya semakin menghormatinya," ujarnya.

"Itu tubuhnya. Itu pilihannya,” lanjutnya.


Menurut salah satu keluarga Ferguson yang merupakan ayah dari dua anak dan istrinya sedang hamil, saat ini tetap berada di RS.

Keluarganya mengatakan dia terlalu lemah untuk dipindahkan ke rumah sakit lain dan "kehabisan waktu".

Sementara itu, RS bersikukuh jika itu adalah persyaratan utama yang harus dilakukan sesuai kebijakan RS.

Baca juga: Pertama Kalinya, Pasien di AS Pulih Setelah Terima Cangkok Jantung Babi

"Mengingat kekurangan organ yang tersedia, kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan bahwa pasien yang menerima transplantasi organ memiliki peluang terbesar untuk bertahan hidup,” terang Brigham and Women's Hospital dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

Seorang juru bicara mengatakan rumah sakit membutuhkan"vaksin Covid-19, dan perilaku gaya hidup bagi kandidat transplantasi untuk menciptakan peluang terbaik untuk operasi yang sukses dan untuk mengoptimalkan kelangsungan hidup pasien setelah transplantasi, mengingat sistem kekebalan mereka ditekan secara drastic.

Pernyataan rumah sakit dengan hati-hati mungkin menyarankan faktor-faktor lain yang berada di luar status pasien yang tidak divaksinasi karena tidak memenuhi syarat, tetapi menolak untuk membahas secara spesifik, dengan alasan privasi pasien.

Rumah sakit menambahkan bahwa sebagian besar dari 100.000 orang berada dalam daftar tunggu untuk transplantasi organ tidak akan menerima organ dalam waktu lima tahun karena kekurangan organ yang tersedia.

Ferguson diketahui telah dirawat di rumah sakit sejak akhir pekan Thanksgiving lalu, yakni 26 November 2021. Menurut Penyelenggara penggalangan dana GoFundMe, dia menderita masalah jantung turun-temurun yang menyebabkan paru-parunya dipenuhi darah dan cairan.

GoFundMe mengatakan Ferguson khawatir dia bisa mengalami peradangan jantung mengingat kelemahan jantungnya. Ini disebut-sebut sebagai efek samping potensial dari vaksinasi coronavirus yang ditekankan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS. Namun CDC menegaskan hal itu jarang terjadi dan hanya bersifat sementara.

CDC mendorong penerima transplantasi dan orang-orang di lingkungan terdekat mereka untuk mendapatkan vaksinasi dan dorongan penuh.

Dr Arthur Caplan, kepala etika medis di NYU Grossman School of Medicine, mengatakan kepada CBS News bahwa setelah transplantasi organ, sistem kekebalan pasien akan mati dan bahkan flu biasa bisa berakibat fatal.

"Organ-organnya langka, kami tidak akan mendistribusikannya kepada seseorang yang memiliki peluang hidup yang buruk ketika orang lain yang divaksinasi memiliki peluang lebih baik untuk bertahan hidup pasca operasi," terangnya.

Ini bukan pertama kalinya seorang warga AS yang tidak divaksinasi menghadapi hambatan perawatan kesehatan dalam beberapa pekan terakhir.

Awal bulan ini, seorang wanita Minnesota menggugat rumah sakit setempat setelah dokter mencoba melepaskan suaminya yang tidak divaksinasi dari ventilator yang telah dia pakai selama dua bulan.

Lebih dari 63% dari populasi AS sudah divaksin k ganda dan sekitar 40% orang AS telah menerima dosis booster ketiga.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini