Share

Tim Advokasi Minta Bripda Randy Dijerat Pasal Aborsi Tanpa Persetujuan

Lukman Hakim, Koran SI · Jum'at 28 Januari 2022 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 340 2539403 tim-advokasi-minta-bripda-randy-dijerat-pasal-aborsi-tanpa-persetujuan-cktd5vv44C.jpg Tim advokasi minta Bripda Randy Bagus dijerat pasal aborsi tanpa persetujuan. (Foto : iNews/Hari Tambayong)

SURABAYA - Tim Advokasi Keadilan untuk Novia Widyasari meyakini, aborsi yang dilakukan Novia Widyasari tanpa persetujuan yang bersangkutan. Diduga kuat aborsi itu dilakukan atas desakan dan bujuk rayu Bripda Randy Bagus Hari Sasongko dan keluarganya.

"Maka Tim Advokasi mendorong adanya perubahan persangkaaan pasal yang awalnya 348 KUHP yakni aborsi dengan persetujuan berubah menjadi 347 KUHP yakni aborsi tanpa persetujuan," ujar anggota Tim Advokasi Keadilan untuk Novia Widyasari, Ansorul Huda, Jumat (28/1/2022).

Tim Advokasi Keadilan, kata dia, juga mendorong adanya pendalaman dalam penyidikan. Hal ini bertujuan menelusuri kemungkinan untuk menjerat pihak lain yang seharusnya turut bertanggung jawab. Termasuk kemungkinan pertanggungjawaban orang tua Randy atas tindakan aborsi paksa Novia Widyasari hingga berujung kematian.

"Tim Advokasi memandang perlunya ada tindak lanjut dan penelusuran atas informasi-informasi penting yang dapat diakses oleh penyidik dari handphone Novia yang saat ini berada ditangan penyidik," ujarnya.

Baca Juga : Terbukti Langgar Kode Etik, Bripda Randy Dipecat dari Kepolisian

Di sisi lain, Tim Advokasi Keadilan untuk Novia Widyasari juga mengapresiasi Bid Propam Polda Jatim yang menjatuhkan putusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada Bripda Randy.

Randy dianggap terbukti melanggar pasal 7 ayat (1) huruf b dan pasal 11 huruf c Perkap Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Polri. Putusan ini terkait dengan meninggalnya Novia Widyasari di Mojokerto, 2 Desember 2021 lalu.

"Tim Advokasi akan memantau tindaklanjut dari putusan tersebut hingga akhirnya benar-benar dilaksanakan," tutur Ansorul.

Tim Advokasi Keadilan untuk Novia Widyasari adalah tim advokasi yang terdiri dari 22 advokat dan konsultan hukum dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) dan Kantor Advokat Ansorul and Partner.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini