Share

Bersiap Perang, Rusia Diduga Pindahkan Pasokan Darah ke Dekat Perbatasan Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 29 Januari 2022 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 29 18 2539798 bersiap-perang-rusia-diduga-pindahkan-pasokan-darah-ke-dekat-perbatasan-ukraina-nqN1LQpLKm.jpg Rusia diduga memindahkan pasokan darah ke dekat perbatasan Ukraina (Foto: Reuters)

RUSIARusia diduga memindahkan suplai darah dan bahan medis lainnya di dekat Ukraina. Hal ini didasarkan pada informasi laporan Reuters yang mengutip tiga pejabat rahasia Amerika Serikat (AS).

Para pejabat itu mengatakan ini adalah salah satu "indikator konkret" yang menunjukkan apakah Moskow siap untuk meluncurkan invasi atau tidak.

“Pengungkapan pasokan darah” oleh pejabat AS yang tidak disebutkan namanya “menambahkan konteks lain pada peringatan AS yang berkembang bahwa Rusia dapat bersiap untuk invasi baru ke Ukraina.”

Persediaan darah memiliki umur simpan yang pendek, biasanya sekitar 14 hari ketika didinginkan.

Dua pejabat yang dikutip dalam laporan itu mengatakan kepada Reuters bahwa pasokan darah dikirim "dalam beberapa minggu terakhir," tetapi tidak memberikan garis waktu yang spesifik.

Baca juga: Ukraina Kian Memanas, Presiden: Negara Barat Jangan Bikin Panik

Laporan itu muncul pada hari yang sama ketika pejabat tinggi Pentagon, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, memperingatkan bahwa dampak dari invasi potensial akan “mengerikan” dan menyebabkan banyak korban, mengingat pasukan yang “telah disusun” oleh Rusia di dekat Ukraina.

Dia mengklaim bahwa dugaan penumpukan militer Rusia di perbatasan dengan Ukraina "lebih besar dalam skala dan cakupan" daripada apa pun yang terlihat sejak akhir Perang Dingin.

Baca juga: Status Siaga Tinggi, Pangkalan Militer AS Siapkan 8.500 Tentara Bergabung dengan Pasukan NATO

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, mengatakan menurut penilaian AS, Presiden Rusia Vladimir Putin belum memutuskan apakah akan menyerang Ukraina dan memiliki “banyak pilihan” yang tersedia. Termasuk perebutan kota dan wilayah penting tetapi juga memaksa tindakan politik provokatif, seperti pengakuan wilayah yang memisahkan diri.

Sementara itu, Kremlin telah berulang kali membantah memiliki niat agresif tetapi telah memperingatkan "langkah-langkah teknis-militer" jika masalah keamanan seperti permintaan agar NATO tidak memperluas pasukannya ke Ukraina atau Georgia, tidak ditangani.

“Jika menurut Federasi Rusia, tidak akan ada perang,” kata Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Rabu (26/1). Dia menegaskan Rusia tidak akan membiarkan kepentingan negaranya diserang secara brutal atau diabaikan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini