Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Perdana Menteri Sjahrir yang Diculik Muridnya Sendiri

Solichan Arif , Jurnalis-Sabtu, 29 Januari 2022 |15:44 WIB
 Kisah Perdana Menteri Sjahrir yang Diculik Muridnya Sendiri
Sutan Sjahrir (foto: wikipedia)
A
A
A

BLITAR - Republik Indonesia pernah mengalami peristiwa penculikan pejabat penting negara, yang kemudian dikenang dalam kronik sejarah Indonesia sebagai gerakan kudeta pertama.

Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang sedang berkunjung ke Solo, Jawa Tengah, tiba-tiba lenyap. Saat itu tanggal 28 Juni 1946. Sjahrir diketahui sedang menginap di sebuah hotel di Solo.

Sebuah gerombolan orang tiba-tiba menyatroni kamarnya. Pintu kamar hotel didobrak, dan dengan gerak cepat militer, Sjahrir dibawa paksa meninggalkan lokasi. Perdana Menteri RI diculik.

Baca juga:  Cerita Putra Sunan Gunung Jati yang Jadi Raja Pertama Banten

Situasi republik yang merdeka belum genap setahun itu, sontak gempar. Dalam situasi genting, dr Soedarsono dan Soedarpo yang lolos dari aksi penculikan, masih mengenali pimpinan penculik.

Dalam buku “Kode Untuk Republik, Peran Sandi Negara di Perang Kemerdekaan”, Pratama D Persadha menuliskan kesaksian dr Soedarsono dan Soedarpo.

“Gerombolan penculik dipimpin oleh Mayor A.K. Yusuf mendobrak kamar hotel dan membawa pergi Sutan Sjahrir,” tulis Pratama D Persadha.

Baca juga:  Hoegeng "Keberatan" Gunakan Nama Iman Sentoso

Mayor A.K Yusuf bukan orang baru bagi Sjahrir. A.K Yusuf pernah memiliki hubungan dengan Sjahrir sebagai murid dan guru.

Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), A.K Yusuf pernah menghuni Asrama Indonesia Merdeka untuk banyak belajar kepada Sutan Sjahrir. Sementara sejak Sjahrir mulai memimpin kabinet pada November 1945 hingga 1946, situasi politik tanah air terus memanas.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement