Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Perdana Menteri Sjahrir yang Diculik Muridnya Sendiri

Solichan Arif , Jurnalis-Sabtu, 29 Januari 2022 |15:44 WIB
 Kisah Perdana Menteri Sjahrir yang Diculik Muridnya Sendiri
Sutan Sjahrir (foto: wikipedia)
A
A
A

Kelompok Tan Malaka yang semula jalan bersama, berbalik memusuhinya. Sjahrir berada dalam situasi yang terus menerus tegang tanpa mampu mengendalikan.

Rudolf Mrazek dalam “Sjahrir : Politik dan Pengasingan di Indonesia” mengiaskan Sjahrir sebagai jembatan yang rapuh. Mengutip laporan De Kadt dalam “ Jaren die dubbel telden”, Mrazek menyebut hubungan Sjahrir khususnya dengan Jawa di luar Jakarta, sangat lemah.

Baca juga:  Cerita Permaisuri Majapahit Minta Dewi Kian Diusir dari Keputren Kerajaan

Pendapat itu diperkuat dengan nota Wertheim dalam “Officiele bescheiden“, yang menulis, “Sjahrir tampaknya juga sangat ragu-ragu ketika mulai memegang kekuasaan”.

Aksi penculikan Perdana Menteri Sutan Sjahrir membuat Presiden Soekarno murka.

“Pada tanggal 30 Juni 1946, Presiden Soekarno berpidato di radio mengecam penculikan Sjahrir,” tulis Pratama D Persadha dalam buku “Kode Untuk Republik, Peran Sandi Negara di Perang Kemerdekaan”.

Bung Karno dalam pidatonya meminta para penculik segera membebaskan Sjahrir. Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin mengusulkan kepada Bung Karno untuk mengambil alih jalannya pemerintahan. Saat itu juga Bung Karno menyatakan seluruh Republik Indonesia dalam keadaan darurat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement