Share

Dua Remaja di Sukabumi Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

Antara, · Senin 31 Januari 2022 00:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 30 340 2540200 dua-remaja-di-sukabumi-tewas-usai-pesta-miras-oplosan-1qlm24bliY.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SUKABUMI - Usai pesta minuman keras oplosan bersama beberapa rekannya, dua remaja di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon.

"Saat dilarikan ke rumah sakit kondisi kedua korban sudah kritis dan nyawanya pun tidak berhasil diselamatkan. Diduga penyebab kematian kedua remaja akibat mengkonsumsi minuman keras pada Sabtu malam," kata Kapolsek Surade Iptu Asep Sundana di Sukabumi pada Minggu, (30/1/2022).

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kedua remaja korban minuman keras oplosan berinisial Ar (16) warga Kampung Tegalpari, RT 10, RW 03, Desa Kadaleman dan Re (16) warga Kampung Cibuyur, RT 09, RW 07, Kelurahan Surade.

Diketahui, Ar tercatat sebagai pelajar di salah satu SMK di Kecamatan Surade sementara korban lainnya yakni Re merupakan anak putus sekolah. Kedua remaja ini sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang tidak jauh dari rumahnya setelah pihak keluarga menolak jasad korban untuk diotopsi dan membuat surat keterangan yang ditandatangani di atas materai serta menganggap kematian ini merupakan musibah.

Baca juga: Pria di Sukabumi Bacok Tetangga Gegara Pecahkan Kaca Rumahnya

Tewasnya dua remaja yang masih berusia di umur ini berawal pada Jumat, (28/1) sekitar pukul 17.00 WIB janjian dan berangkat dengan menggunakan sepeda motor bersama sejumlah rekannya untuk pesta minuman keras oplosan di Villa Asabaland, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Pesta Miras Oplosan, Pasutri dan Temannya Tewas Mengenaskan

Pada malam harinya di villa tersebut korban dan rekan-rekannya meracik minuman keras yang dicampur dengan serbuk suplemen penambah energi. Sambil ngobrol dan bercanda mereka menikmati minuman haram pencabut nyawa tersebut.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Beberapa saat kemudian, korban dan rekan-rekannya mulai merasakan pusing dan mulas serta akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Saat tiba di rumahnya Ar dan Re langsung kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya.

Orang tua kedua korban langsung melarikan putranya itu ke RSUD Jampangkulon untuk mendapatkan pertolongan tim medis. Kondisi kesehatan korban yang terus menurun dan tidak ada tanda membaik akhirnya pada Sabtu, (29/1) sekitar pukul 17.00 WIB, Ar menghembuskan nyawa terakhirnya yang disusul Re sekitar pukul 17.30 WIB di RSUD Jampangkulon.

Menurut Asep, pihaknya sempat meminta izin kepada orang tua korban untuk dilakukan optopsi namun ditolak dengan alasan kejadian yang merenggut nyawa anaknya tersebut merupakan musibah sehingga mereka membuat surat keterangan penolakan untuk tidak diotopsi.

Baca juga: Pesta Miras Oplosan saat Tahun Baru, 2 Pria Tewas Usai Dirawat

"Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus kematian kedua remaja ini usai menenggak minuman keras oplosan dan keterangan dari beberapa saksi yang merupakan korban selamat minuman keras itu sengaja mereka racik sendiri," tambahnya.

Asep mengatakan dari pengakuan korban selamat usai menenggak minuman keras oplosan kepala mereka langsung pusing disertai mulas, tetapi saat ini kondisinya sudah jauh membaik.

Baca juga: Pesta Miras Oplosan Renggut 3 Nyawa, Salah Satunya Wanita Belia

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini