Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Analisis BMKG Terkait Gempa Magnitudo 5,2 di Laut Sawu-Rote Ndao NTT

Binti Mufarida , Jurnalis-Senin, 31 Januari 2022 |07:51 WIB
Analisis BMKG Terkait Gempa Magnitudo 5,2 di Laut Sawu-Rote Ndao NTT
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian gempa tektonik yang mengguncang wilayah Laut Sawu, Rote Ndao, Nusa Tenggara, Senin 31 Januari 2022 03.22 WIB.

Dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter magnitudo 5,2 dan parameter update dengan magnitudo M5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 10,24° LS ; 122,35° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 67 Km arah Timur Kota Menia, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 51 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ), dengan parameter bidang nodal 1 yaitu strike 65,48°; dip 29,23° dan rake 62,03°; serta bidang nodal 2 yaitu strike 276,8°; dip 64,45° dan rake 104,71°,” ungkap Bambang dalam keterangan yang diterima, Senin (31/1/2022).

Sementara itu, berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Sabu Timur, Sabu Raijua dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).

Kemudian daerah Sabu Tengah, Sabu Raijua dengan skala intensitas III - IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ). Dan daerah Sabu Barat, Sabu Raijua dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelas Bambang.

Bambang juga meminta kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” ungkap Bambang.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement