Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Raja Majapahit Hadiahkan Selir Cantik Jelita kepada Putranya, Diminta Nikahi Setelah Melahirkan

Alvin Agung Sanjaya , Jurnalis-Sabtu, 05 Februari 2022 |06:06 WIB
Ketika Raja Majapahit Hadiahkan Selir Cantik Jelita kepada Putranya, Diminta Nikahi Setelah Melahirkan
Arya Damar. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
A
A
A

DEWI KIAN, selir Raja Majapahit Prabu Brawijaya V tiba di Palembang dan mengalami shock culture karena belum sepenuhnya mau jadi permaisuri. Tempat barunya sangat berbeda dengan Istana Majapahit.

"Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Ikannya,” barangkali begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keadaan Kutharaja Palembang dengan Trowulan ibu kota Majapahit yang sangat jauh berbeda. Hal itu sebagaimana dikutip dari buku ‘Brawijaya Moksa: Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit” tulisan Wawan Susetya.

Tak ayal, ada perbedaan yang sangat mencolok, terutama menyangkut adat-istiadat masyarakatnya, sosial-budaya, cara keberagamaannya dan seterusnya.

Jika di pusat ibu kota Majapahit, Trowulan, banyak dijumpai tempat ibadah agama Hindu-Budha yaitu vihara atau pura. Namun di Palembang yang marak adalah masjid dan musala sebagai tempat ibadah.

Di ibukota Majapahit banyak para pembesar kerajaan yang memakai pakaian kejawen dengan identitas khas berupa curiga (keris) yang ditempatkan di belakang badan (punggung)-nya. Tetapi di Palembang banyak orang yang memakai pakaian khas orang Islam; yakni baju gamis, baju takwa, dan sebagainya dengan memakai kopiah (penutup kepala).

Dewi Kian melihat suasana yang jauh berbeda dengan di Majapahit. Dewi Kian melihat Dewi Dilah, istri selir Prabu Brawijaya V atau ibunda Raden Arya Damar terlihat sangat istiqamah dalam menunaikan ibadah sholat lima waktu.

Sebagai keluarga muslim taat, Raden Arya Damar dan Kanjeng Ibunya Dewi Dilah pun menyambut baik kehadiran Dewi Kian.

Baca juga: Rentetan Bencana Alam dan Hancurnya Kedigdayaan Kerajaan Majapahit

Dewi Dilah memperlakukan Dewi Kian dengan baik, terutama menyangkut segala keperluan Sang Dewi ketika sedang hamil besar dan proses menunggu saat melahirkan si jabang bayi.

Tak lupa juga poin penting dari Arya Damar adalah sangat memperhatikan Dewi Kian atas pesan khusus dari ayahnya untuk menjaga dan merawat masa kehamilan Dewi Kian dengan baik. Dan yang lebih penting lagi, Ramandanya berpesan agar Arya Damar tidak menyentuh Dewi Kian sampai ia melahirkan si jabang bayi. Setelah melahirkan, barulah Arya Damar boleh menikahi Dewi Kian sebagai 'hadiah' dari Kanjeng Ramanya.

"Aku harus menerima 'hadiah' Kanjeng Rama ini dengan baik apalagi Dewi Kian selain cantik-jelita, juga sangat mempesona dan menarik kepribadiannya!" gumam putra Dewi Dilah itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement