PAKISTAN - Pakistan pada Sabtu (5/2) mengumumkan telah menewaskan 20 separatis untuk mengakhiri pengepungan 72 jam di dua pangkalan militer di provinsi Baluchistan.
Sedikitnya sembilan tentara juga tewas sementara enam lainnya terluka dalam baku tembak yang pecah pada Rabu malam (2/2) di distrik Nushki dan Panjgur yang terpencil, di provinsi yang dilanda kekerasan itu.
“Pasukan keamanan telah menyelesaikan operasi pembersihan hari ini (5/2)," kata Humas militer dalam pernyataan. Mereka menambahkan kedua serangan itu telah berhasil dipukul mundur.
Baca juga: Pakistan Tak Mau Lagi Jadi Mitra AS dalam Perang
Kelompok separatis bersenjata yang dilarang keberadaannya, Tentara Pembebasan Baluchistan atau BLA, mengklaim tanggung jawab atas serangan di dua pangkalan paramiliter Frontier Corps. milik Pakistan itu.
Para pejabat mengatakan baku tembak di Nushki berlangsung selama hampir 24 jam sebelum seluruh pelakunya dilumpuhkan. Di pihak lain, empat personel keamanan tewas.
Baca juga: Militer Pakistan Mudah Disusupi Ekstremis?
Tapi pertempuran di Panjgur, yang menelan korban lima personel keamanan, berlangsung hingga Sabtu (5/2). Menurut pernyataan Humas, empat penyerang yang tersisa melarikan diri dan mengambil posisi di sebuah bangunan dekat pangkalan itu, sebelum dikepung oleh pasukan keamanan Pakistan.
“Semua teroris yang dikepung, tewas dalam operasi hari ini karena mereka tidak mau menyerah," kata pernyataan itu.
Baluchistan, yang kaya akan gas alam dan mineral, selama bertahun-tahun mengalami serangan pemberontak. Tapi kekerasan itu telah meningkat secara dramatis dalam beberapa bulan belakangan.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.