Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Covid-19 Melonjak, MUI Perbolehkan Sholat Berjamaah dengan Prokes Ketat

Widya Michella , Jurnalis-Senin, 07 Februari 2022 |07:44 WIB
Kasus Covid-19 Melonjak, MUI Perbolehkan Sholat Berjamaah dengan Prokes Ketat
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis (foto: dok Sindo)
A
A
A

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperbolehkan masyarakat untuk tetap sholat berjamaah, atau sholat Jumat di tengah merebaknya varian baru omicron di Indonesia. Walaupun begitu, MUI mengimbau untuk tetap waspada dengan virus tersebut.

"Omicron mulai menyebar maka harus waspada dengan prokes ketat. Kegiatan berjemaah silahkan seperti biasa,"kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis dalam akun Twitternya, @cholilnafis, Senin (7/2/2022).

BACA JUGA:Gelombang Ketiga Covid-19, Lonjakan Omicron Akan Lebih Tinggi dari Varian Delta 

Cholil mengatakan, sholat berjamaah atau sholat Jumat boleh tidak dilakukan jika berada dalam wilayah zona merah. Dimana zona tersebut memiliki tingkat bahaya penularan yang tinggi dan telah dilarang Pemerintah untuk melaksanakan shalat disana.

"Kecuali di tempat itu sudah kondisi merah dan bahaya penyebarannya dan ada larangan pemerintah maka boleh tidak berjemaah atau jum’ah," ucapnya.

BACA JUGA:Kasus Covid-19 Naik, Jatim Kekurangan Reagen untuk Pengetesan Omicron 

Namun Cholil beranggapan saat ini, Indonesia masih berada dalam situasi normal khususnya dalam pengendalian virus covid-19 di tanah air.

"Kelihatannya selama ini masih waspada dan normal,"ujarnya.

 

Diberitakan sebelumnya,Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda menyebutkan, salat Jumat dapat digantikan dengan salat Zuhur, seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 .

Menurut KH Miftahul Huda, hal ini tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah di Tengah Pandemi dan dinilai sangat relevan bagi umat Islam, untuk tetap dilaksanakan dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Artinya, bila suatu tempat kita tinggal itu positif Covid itu banyak yang mengenai jamaah atau tetangga kita yang dinyatakan positif, tentunya ibadah salat berjamaah bisa dilakukan di tempat masing-masing. Dan pelaksanaan salat Jumat bisa diganti dengan salat Zuhur, itu jika kondisi tak terkendali," kata Kiai Miftahul.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement