Share

AS Setujui Penjualan Sistem Rudal Senilai Rp1,4 Triliun untuk Taiwan

Antara, · Selasa 08 Februari 2022 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 18 2544268 as-setujui-penjualan-sistem-rudal-senilai-rp1-4-triliun-untuk-taiwan-kC3IXVSrvG.jpg AS setujui penjualan sistem rudal kepada Taiwan (Foto: Antara/Reuters)

WASHINGTON - Pentagon mengatakan Amerika Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan sistem rudal berupa peralatan dan jasa senilai USD100 juta (Rp1,4 triliun) untuk mempertahankan, menjaga, dan meningkatkan sistem pertahanan rudal patriot milik Taiwan.

Melalu sebuah pernyataan, Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DCSA) mengatakan mereka telah mengirimkan sertifikasi yang diperlukan kepada Kongres, menyusul izin dari Departemen Luar Negeri atas rencana penjualan itu, yang dilakukan atas permintaan kedutaan de facto Taiwan di Washington.

DSCA dalam pernyataan itu mengatakan pembaruan Sistem Pertahanan Udara Patriot akan membantu meningkatkan keamanan penerima dan membantu menjaga stabilitas politik, keseimbangan militer, ekonomi dan kemajuan di kawasan tersebut.

"Penjualan ini melayani kepentingan nasional, ekonomi dan keamanan AS dengan mendukung upaya terus menerus penerima untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya dan untuk mempertahankan kemampuan pertahanan yang kredibel," kata badan tersebut.

Baca juga:  Taiwan Kirim Jet Tempur Setelah 39 Pesawat Militer China Masuki Wilayah Pertahanannya

DSCA menambahkan kontraktor utama penjualan tersebut adalah Raytheon Technologies dan Lockheed Martin.

Kementerian luar negeri Taiwan mengatakan mereka menyambut baik keputusan tersebut.

Baca juga: China Peringatkan Taiwan untuk Tidak Lewati 'Garis Merah'

Kemenlu Taiwan dalam pernyataan mengatakan di tengah ekspansi militer dan aksi provokatif yang terus menerus dilakukan oleh China, Taiwan akan menjaga keamanan nasionalnya dengan pertahanan solid, dan terus memperdalam kemitraan keamanan antara Taiwan dan AS.

Kementerian pertahanan Taiwan sebelumnya mengatakan keputusan untuk membeli rudal Patriot baru dibuat dalam pertemuan dengan pejabat-pejabat AS di era Presiden Donald Trump pada 2019.

Kemenhan mengatakan kesepakatan itu diharapkan "berlaku" dalam satu bulan.

Sementara itu, rencana itu langsung mengundang kecaman keras dari China, yang mengakui Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Beijing secara rutin menentang penjualan senjata AS kepada Taiwan, yang menambah ketegangan dalam hubungan AS-China.

Di Beijing, juru bicara Kemenlu China Zhao Lijian mengecam keras pengumuman itu.

"China akan mengambil langkah-langkah yang tepat dan kuat untuk menjaga ketat kedaulatan dan kepentingan keamanannya," terangnya kepada media.

"Saya ingin meminta semua orang untuk menunggu,” lanjutnya saat ditanya langkah apa yang akan diambil China.

Diketahui, China telah mengenakan sanksi pada Lockheed Martin dan sejumlah perusahaan AS lainnya di masa lalu atas penjualan senjata ke Taiwan, meskipun belum jelas dalam bentuk apa sanksi itu telah diberikan.

Taiwan, pulau yang diperintah secara demokratis, telah mengeluhkan misi berulang angkatan udara China di zona pertahanan udaranya. Aksi tersebut dinilai Washington sebagai upaya Beijing untuk menekan Taipei agar menerima kedaulatan China.

Seperti kebanyakan negara di dunia, AS tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan, namun Washington adalah pendukung terbesar dan terikat oleh undang-undang untuk membantu pulau itu mempertahankan dirinya.

Para pejabat AS telah mendorong Taiwan untuk memodernisasi militernya sehingga mampu menjadi "landak" yang sulit diserang oleh China.

Duta besar China untuk AS mengatakan bulan lalu bahwa kedua negara adidaya itu bisa terjerumus ke dalam konflik militer jika Washington mendorong kemerdekaan Taiwan.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini