Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dilaporkan soal Penistaan Agama, Ini Biodata dan Agama Jenderal Dudung Abdurachman

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 08 Februari 2022 |15:01 WIB
Dilaporkan soal Penistaan Agama, Ini Biodata dan Agama Jenderal Dudung Abdurachman
Jenderal Dudung Abdurachman/Antara
A
A
A

JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman dilaporkan oleh Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) ke Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad). Dudung dilaporkan pada Jumat, 28 Januari 2022.

(Baca juga: Amarah KSAD Dudung Meledak Ada Jenderal Korupsi Tabungan Prajurit)

Jenderal bintang empat ini dianggap menista agama karena mengatakan Tuhan bukan orang Arab di Podcast Deddy Corbuzier.

Dudung pun mengklarifikasi pernyataannya yang menyebut "Tuhan Kita Bukan Orang Arab". Menurut Dudung, Tuhan pastilah mengerti apapun perkataan yang disebutkan oleh manusia selaku hambanya.

"Saya sampaikan saya berdoa pakai bahasa Indonesia. 'Ya Tuhan anak saya hari ini ujian semester. mohon diberikan ketenangan, semoga bisa menyelesaikan persoalan dengan baik dan nilainya bagus'. Bahasa Arabnya apa? Kan kita enggak tahu," kata Dudung di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022).

(Baca juga: Geram Soal Pelanggaran HAM di Papua, KSAD: Giliran Mereka Nembak Kita?)

"Kalau kita pakai bahasa Indonesia, Tuhan itu mengerti, karena Allah tahu Bahasa Sunda, Bahasa Jawa, Bahasa Ambon, Bahasa Inggris saja Allah tahu," pungkasnya.

Sebelum memimpin TNI AD, Dudung menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Alumnus Akmil 1988 ini diangkat sebagai Pangkostrad sejak 25 Mei 2021 setelah dinilai sukses mengemban amanah sebagai Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya).

Nama Dudung juga sempat disorot karena aksinya mencopot baliho bergambar Rizieq Shihab, yang saat itu menjadi pemimpin Front Pembela Islam (FPI) pada November 2020.

Menurutnya, apa yang dia lakukan sebagai tanda bahwa semua pihak harus taat terhadap hukum yang ada di Indonesia, termasuk dalam urusan pemasangan baliho. Di saat yang sama Dudung juga melontarkan wacana agar FPI dibubarkan.

Pada Mei 2021, Mayjen Dudung kembali menunjukkan ketegasannya dengan pernyataan komitmen untuk menumpas perilaku premanisme debt collector di wilayah Jabodetabek.

Hal itu disampaikan sebagai respons atas aksi para debt collector yang sudah meresahkan, di antaranya kasus perampasan mobil yang tengah dikendarai anggota TNI saat hendak mengantar orang sakit.

Berikut ini profil singkat Letjen TNI Dudung Abdurachman:

Lahir : Bandung, 19 November 1965

Pendidikan :

1985 Lulus dari SMA Negeri 9 Bandung

1988 Lulus Akademi militer

Nama Orang Tua :

Ayah : Nasuha (PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi dan wafat pada 1981)

Ibu : Nasyati (pedagang)

Nama Anggota Keluarga :

Istri : Ny. Rahma Dudung Abdurachman (dikukuhkan sebagai Ibu Raksakarini Sri Sena Jaya pada 7 Agustus 2020)

Agama: Islam

Karier :

Mengawali karier bergengsinya sebagai Dandim 0406/Musi Rawas di Sumatera Selatan

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement