Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di perairan Kep. Mentawai - Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Mentawai - Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan P. Jawa - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Banten - Jawa Barat, Samudra Hindia Selatan Bali - Sumba, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud bagian utara, Samudra Pasifik Utara Halmahera - Biak.
Lalu, gelombang yang sangat tinggi 4,0 - 6,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah dan Samudra Hindia Selatan Jawa Timur.
Baca juga: BMKG Terbitkan Peringatan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia, Ini Daftarnya
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
Baca juga: BMKG: 95,61% Wilayah Indonesia Sudah Memasuki Musim Penghujan
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ujarnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.