Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah 'Manusia Radioaktif' Hishashi Ouchi, Dijaga Tetap Hidup Meski Kulit Meleleh dan Menangis Darah

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 14 Februari 2022 |15:50 WIB
Kisah 'Manusia Radioaktif' Hishashi Ouchi, Dijaga Tetap Hidup Meski Kulit Meleleh dan Menangis Darah
Hishashi Ouchi mengalami insiden saat bekerja di PLTN Tokaimura. (Foto: LadBilble)
A
A
A

Pada hari ke-59 perawatannya, Ouchi yang hampir tak bernyawa menderita tiga kali serangan jantung dalam waktu kurang dari satu jam. Para dokter di rumah sakit menyadarkan Ouchi usai setiap serangan jantung, memperpanjang rasa sakitnya.

Barulah pada hari ke-83 perawatan, tepatnya pada 21 Desember 1999, Ouchi meninggal karena kegagalan beberapa organ.

Shinohara, rekan Ouchi yang juga terpapar dosis radiasi yang mematikan, bertahan hidup selama 7 bulan di rumah sakit dan meninggal dunia pada 27 April 2000. Dia meninggal karena gagal paru-paru dan hati setelah pertempuran panjang melawan efek radiasi yang dideritanya.

Selama 7 bulan dirawat di Rumah Sakit Universitas Tokyo, Shinohara menerima beberapa cangkok kulit, transfusi darah dan perawatan kanker dilakukan padanya dengan sedikit keberhasilan. Tetapi, penderitaannya Ouchi jauh lebih menyakitkan dibanding rekannya itu.

Supervisor teknisi Yutaka Yokokawa juga menerima perawatan karena paparan radiasi ringan. Dia akhirnya didakwa dengan tuduhan kelalaian pada Oktober 2000.

Perusahaan bahan bakar nuklir JCO membayar USD121 juta untuk menyelesaikan 6.875 klaim kompensasi dari orang-orang dan usaha yang telah menderita atau terkena radiasi akibat insiden tersebut.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement