Share

Demi Narkoba, 3 Pria Nekat Rampok Taksi Online

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 16 Februari 2022 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 340 2548349 demi-narkoba-3-pria-nekat-rampok-taksi-online-9T5skwCuKY.jpg 3 perampok taksi online ditangkap polisi (Foto : MPI/Avirista)

MALANG - Komplotan perampok mobil taksi online yang beraksi di Malang dibekuk polisi. Ketiga pelaku yakni IBS (33) warga Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, MAH (28) warga Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir dan AP (28) warga Desa Jedong, Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.

Kapolsek Dau Kompol Triwik Winarni mengutarakan, awalnya ketiga pelaku memesan taksi online dengan pengemudi atas nama Ahmad Riki Zainuri, dari Kota Batu. Lalu ketiganya meminta diantarkan ke rumah pamannya di kawasan Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Minggu lalu 14 Februari 2022.

"Sampai di TKP baju korban oleh pelaku ditarik dari belakang hinga sobek. Kemudian diminta tidak melarikan diri, jika tidak maka diancam akan dibacok," ujar Kapolsek Dau, Kompol Triwik Winarni saat konferensi pers di Mapolres Malang, Rabu (16/2/2022).

Karena ketakutan, korban lalu menepikan mobilnya dan keluar dari mobil dalam kondisi mesin masih hidup. "Lantas Salah satu pelaku akhirnya pindah tempak duduk kemudi, dan membawa kabur mobil korban," katanya.

Korban kemudian berusaha meminta tolong warga sekitar, tapi waktu yang menunjukkan pukul 02.00 WIB dini hari membuat tak ada respons warga sekitar.

"Alhasil, korban menghubungi salah satu keluarganya, kemudian melapor ke Polsek Dau," ucapnya.

Menerima laporan dari warga, Polsek Dau bersama jajaran Satreskrim Polres Malang melakukan penyelidikan mencari keberadaan pelaku. Bebeberapa bukti dan sejumlah saksi dimintai keterangan.

Hingga akhirnya penyelidikan mengerucut ke sebuah rumah di kawasan Kecamatan Wagir. Rumah tersebut diduga adalah markas pelaku.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Bara'langi mengatakan, ketiga pelaku berhasil diamankan saat tengah melakukan pesta sabu.

"Dari penangkapan ini, kami (polisi) mendapatkan beberapa barang bukti 1 poket sabu serta uang senilai Rp. 4 juta lebih. Sabu ini dibeli dari hasil penggadaian mobil milik korban. Termasuk uang senilai Rp 4 juta ini," ucapnya.

Dari hasil interogasi, salah satu pelaku yakni IBS merupakan salah satu residivis atas kasus yang sama. Ia sebelumnya terkena hukuman penjara 7 tahun, dan baru bebas empat bulan lalu.

Akibat perbuatannya, IBS kembali harus mendekam dibalik jeruji besi penjara. Ketiganya dijerat dengan Pasal 365 KUHP Tentang Pencurian dengan Kekerasan. Sekaligus pasal 363 KUHP tentang narkotika.

"Untuk pas 365 KUHP ancaman hukumannya 12 tahun penjara. Sedangkan untuk pasal 363 KUHP terancam hukuman penjara 4 tahun penjara," jelasnya.

Salah satu pelaku, mengaku nekat kembali melakukan kejahatan itu karena terjerat utang senilai Rp 2 juta sekaligus akibat kecanduan narkoba.

"Mobilnya saya gadaikan kepada seseorang di Kabupaten Pasuruan, dengan harga Rp5 juta," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini