Share

Kecam Pengakuan Rusia Atas Republik Donbass, Zelensky: Ukraina Tak Akan Serahkan Wilayahnya

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 22 Februari 2022 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 22 18 2551001 kecam-pengakuan-rusia-atas-republik-donbass-zelensky-ukraina-tak-akan-serahkan-wilayahnya-gp93OG9Ox9.JPG Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: Reuters)

KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia merusak upaya perdamaian dan menolak membuat konsesi teritorial dalam pidatonya kepada negara itu pada Selasa (22/2/2022) hari. Hal itu disampaikan Zelensky setelah Rusia secara resmi mengakui dua wilayah Ukraina timur,yang dikenal sebagai Donbass, sebagai wilayah merdeka dan mengirim pasukan ke wilayah tersebut.

BACA JUGA: Rusia Akui Kemerdekaan Republik Donbass, Kirim Pasukan ke Ukraina Timur 

Zelensky menuduh Rusia melanggar wilayah kedaulatan Ukraina dan mengatakan tindakan itu bisa berarti Moskow menghentikan pembicaraan damai Minsk yang bertujuan untuk mengakhiri konflik separatis di Ukraina timur. 

Dia mengatakan bahwa Ukraina ingin menyelesaikan krisis yang terjadi melalui diplomasi tetapi menegaskan bahwa negaranya siap untuk mempertahankan wilayahnya.

"Kami berkomitmen pada jalan damai dan diplomatik, kami akan mengikutinya dan hanya itu," kata Zelensky sebagaimana dilansir Reuters.

"Tapi kami berada di tanah kami sendiri, kami tidak takut pada apa pun dan siapa pun, kami tidak berutang apa pun kepada siapa pun, dan kami tidak akan memberikan apa pun kepada siapa pun."

BACA JUGA: Diakui Rusia Merdeka dari Ukraina, Ini Sejarah Republik Donbass

Dia menyerukan pertemuan puncak darurat para pemimpin Ukraina, Rusia, Jerman dan Prancis sambil mendesak sekutu Kiev untuk mengambil tindakan terhadap Moskow.

Seorang saksi mata Reuters melihat barisan besar perangkat keras militer bergerak melalui Kota Donetsk yang memisahkan diri setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada kementerian pertahanan Rusia untuk mengirim pasukan ke dua wilayah di Donbass untuk "menjaga perdamaian".

Tindakan Rusia menarik kecaman Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang berjanji akan menjatuhkan sanksi baru meskipun tidak segera jelas apakah tindakan militer Rusia akan dianggap oleh Barat sebagai awal dari invasi skala penuh. Daerah itu sudah dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia dan Moskow dalam praktiknya.

Pemerintahan Zelensky telah menyuarakan frustrasi atas keengganan Barat untuk menjatuhkan sanksi preemptive setelah Rusia mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

"Kami mengharapkan langkah-langkah dukungan yang jelas dan efektif dari mitra kami," kata Zelensky. "Sangat penting untuk melihat siapa teman dan mitra sejati kita, dan siapa yang akan terus menakuti Federasi Rusia dengan kata-kata."

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini