Share

Rusia Akui Kemerdekaan Republik Donbass, Kirim Pasukan ke Ukraina Timur

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 22 Februari 2022 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 22 18 2550920 rusia-akui-kemerdekaan-republik-donbass-kirim-pasukan-ke-ukraina-timur-eEFclxK6sn.JPG Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (21/2/2022) mengakui Republik Rakyat Donestsk dan Luhansk (DPR dan LPR), dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur, sebagai wilayah merdeka dan mengerahkan tentara Rusia ke wilayah, yang dikenal sebagai Donbass, untuk melakukan operasi penjaga perdamaian. Langkah ini semakin meningkatkan potensi konflik di wilayah antara Rusia dengan Ukraina di wilayah yang telah tegang tersebut.

BACA JUGA: Ukraina Hantam Donbass dengan Mortir, Hancurkan Bangunan Tewaskan Setidaknya 2 Orang 

Tidak segera jelas apakah aksi militer Rusia adalah awal dari invasi ke Ukraina yang telah diperingatkan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya selama berminggu-minggu. Tidak ada kabar tentang ukuran kekuatan yang dikirim Putin, kapan mereka akan melintasi perbatasan dan apa misi mereka nantinya.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi Putin, yang tampak sangat marah, menggambarkan Ukraina sebagai bagian integral dari sejarah Rusia dan mengatakan Ukraina timur adalah tanah Rusia kuno dan dia yakin rakyat Rusia akan mendukung keputusannya.

BACA JUGA: Biden: Putin Telah Putuskan Invasi Ukraina, Serangan Akan Terjadi dalam Beberapa Hari

"Saya menganggap perlu untuk membuat keputusan yang seharusnya dibuat sejak lama - untuk segera mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk," kata Putin sebagaimana dialnsir Sputnik.

Televisi pemerintah Rusia menunjukkan Putin, bergabung dengan para pemimpin separatis yang didukung Rusia, menandatangani dekrit yang mengakui kemerdekaan kedua wilayah Ukraina yang memisahkan diri bersama dengan perjanjian kerja sama dan persahabatan.

Sebelumnya, Putin telah mengumumkan keputusannya ini kepada Presiden Jerman dan Prancis dalam pembicaraan telepon, yang ditanggapi dengan kekecewaan dari kedua pemimpin Barat, demikian diwartakan Reuters.

Tindakan Moskow ini kemungkinan akan membatalkan upaya negosiasi mengupayakan pertemuan puncak antara Putin dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang bertujuan mencegah invasi Rusia ke Ukraina.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini