Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: Segmen Angkola Sesar Sumatera Mampu Bangkitkan Gempa hingga M7,6

Antara , Jurnalis-Jum'at, 25 Februari 2022 |16:16 WIB
BMKG: Segmen Angkola Sesar Sumatera Mampu Bangkitkan Gempa hingga M7,6
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto: Setkab)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut segmen angkola sesar Sumatera mampu melepaskan energi dan membangkitkan gempa hingga kekuatan Magnitudo (M) 7,6.

"Kami mencatat segmen ini, atau segmen angkola ini, mampu melepaskan energi dan membangkitkan gempa hingga kekuatan 7,6," kata Dwikorita dalam konferensi pers diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (25/2/2022).

Baca Juga:  Gempa M6,1 Pasaman Barat, Ibu Hamil dan Anaknya Tewas Tertimpa Bangunan

Dwikorita mengatakan, dari kejadian gempa di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, berkekuatan magnitudo (M) 6,1 pada Jumat pagi, pihaknya menilai energi tersebut belum sepenuhnya terlepas. Sebab, energi tertinggi yang dapat dilepaskan adalah gempa dengan kekuatan M 7,6.

Diketahui, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

"Artinya, kita memang masih sepatutnya untuk waspada dengan cara mitigasi yang tepat, terutama penataan bangunan tahan gempa bumi," kata Dwikorita.

Baca Juga:  Gempa Pasaman Barat, 1 Balita Terluka dan Sejumlah Rumah Rusak di Agam

Ia menjelaskan, gempa yang terjadi di Pasaman Barat merupakan tipe gempa yang diawali gempa pembuka atau foreshock, kemudian terjadi gempa utama atau mainshock. Kemudian, baru diikuti serangkaian gempa susulan atau afterschock.

Dwikorita mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. "Berdasarkan pengalaman banyak terjadi korban bukan akibat tumpahnya itu, tetapi akibat dampak setelah gempa dimana banyak bangunan-bangunan yang rusak," kata dia.

Terutama juga, katanya, menghindari tebing-tebing atau lereng, karena gempa susulan berpotensi atau dapat mengakibatkan runtuhnya batuan yang mengakibatkan longsor. Selain itu masyarakat diminta memeriksa serta memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement