Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PVMBG Ungkap Penyebab Gempa 6,2 Magnitudo Pasaman Barat, Ini Analisanya

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Sabtu, 26 Februari 2022 |14:46 WIB
PVMBG Ungkap Penyebab Gempa 6,2 Magnitudo Pasaman Barat, Ini Analisanya
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

Berdasarkan data yang dikantongi pihaknya, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi sebagian besar terletak pada kawasan rawan rencana (KRB) gempa bumi tinggi.

"Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena pusat gempa bumi di darat dan jauh dari pesisir," tegas Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan, berdasarkan Atlas peta kerentanan likuefaksi yang diterbitkan Badan Geologi, daerah sekitar pusat gempa berada pada dua zona kerentanan likuefaksi, yaitu zona kerentanan tinggi dan zona kerentanan sedang.

Zona kerentanan likuefaksi tinggi umumnya berada di pesisir pantai, mulai dari Pantai Sikarbau, Sikiliang, hingga Cangking. Zona kerentanan tinggi dapat mengalami likuefaksi secara merata dan struktur tanah umumnya menjadi rusak parah hingga hancur.

"Tipe kerusakan struktur tanah yang terjadi berupa likuefaksi aliran, pergeseran lateral, penurunan tanah dan semburan pasir," sebutnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement