Share

Duta Besar Ukraina untuk AS: Rusia Gunakan Bom Vakum saat Invasi

Susi Susanti, Okezone · Selasa 01 Maret 2022 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 01 18 2554455 duta-besar-ukraina-untuk-as-rusia-gunakan-bom-vakum-saat-invasi-TCACeQrJOp.jpg Rusia serang Kiev, Ukraina (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Amerika Serikat (AS) Oksana Markarova mengatakan Rusia telah menggunakan bom vakum dalam invasinya ke Ukraina pada Senin (28/2).

Dubes meminta anggota Kongres AS untuk bantuan lebih lanjut pada Senin (28/2) saat negaranya menghadapi perang dengan Rusia.

"Mereka menggunakan bom vakum hari ini, yang sebenarnya dilarang oleh konvensi Jenewa," kata Duta Besar setelah pertemuan dengan anggota parlemen.

"Kehancuran yang coba ditimbulkan oleh Rusia di Ukraina sangat besar,” lanjutnya.

Baca juga: Perang Hari ke-5, Rusia Luncurkan 56 Roket dan 113 Rudal ke Ukraina

Bom vakum diketahui menggunakan oksigen dari udara sekitarnya untuk menghasilkan ledakan suhu tinggi, biasanya menghasilkan gelombang ledakan dengan durasi yang jauh lebih lama daripada ledakan konvensional.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Masuki Hari ke-5, Pembicaraan Gencatan Senjata Terus Digelar

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia mengatakan Ukraina bekerja secara aktif dengan pemerintahan Presiden AS Joe Biden dan Kongres untuk mendapatkan lebih banyak senjata dan sanksi yang lebih keras.

"Mereka harus membayar, mereka harus membayar harga yang mahal," katanya kepada wartawan setelah meninggalkan pertemuan.

Seorang anggota parlemen yang menghadiri pertemuan itu, Perwakilan Demokrat Brad Sherman, mengatakan bahwa Ukraina telah meminta zona larangan terbang yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) di atas Ukraina tetapi dia merasa itu terlalu berbahaya karena dapat memicu konflik dengan Rusia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini