Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Disebut Digunakan Rusia di Ukraina, Apa Itu Bom Vakum dan Mengapa Dikecam?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 03 Maret 2022 |13:59 WIB
Disebut Digunakan Rusia di Ukraina, Apa Itu Bom Vakum dan Mengapa Dikecam?
Foto: AP.
A
A
A

SEJUMLAH kelompok hak asasi manusia (HAM) dan Dubes Ukraina untuk Amerika Serikat (AS) menuding Rusia menggunakan senjata thermobaric, atau bom vakum, dalam pertempuran di Ukraina.

Diduga bahwa ledakan yang menghancurkan kilang minyak di Okhtyrka, Ukraina, pada Senin (28/2/2022) disebabkan senjata thermobaric, walau hal ini belum dapat diverifikasi secara independen.

BACA JUGA: Serangan Udara Rusia di Kharkiv, 21 Orang Meninggal dan 112 Terluka

Ditengarai pula bahwa bom klaster yang dilarang dipakai telah digunakan dalam pertempuran. Lembaga Amnesty International menuduh Rusia menyerang sebuah sekolah di kawasan timur laut Ukraina

Penggunaan senjata thermobaric, yang menyedot oksigen dari udara di sekeliling untuk menciptakan ledakan bersuhu tinggi, telah dikecam secara luas oleh berbagai kelompok HAM.

Namun apa itu bom vakum, yang disebut Koresponden BBC bidang Keamanan, Frank Gardner, sebagai "senjata non-nuklir paling kuat dalam alutsista (Rusia)"? Dan mengapa senjata ini begitu ditakuti?

Bom vakum, atau juga dikenal dengan sebutan senjata thermobaric atau bom aerosol, berisi wadah bahan bakar dengan dua pemantik ledakan yang terpisah.

Bom ini dapat diluncurkan sebagai roket atau dijatuhkan dari pesawat. Ketika mengenai sasaran, pemantik ledakan pertama membuka wadah dan melepas campuran bahan bakar dalam wujud kabut gas.

Kabut gas ini bisa menembus celah-celah gedung atau kubu pertahanan yang tidak tertutup rapat. Pemantik ledakan kedua kemudian memicu kabut tersebut sehingga menimbulkan letusan besar, menyedot oksigen dari kawasan sekeliling, dan menciptakan gelombang kejut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement