Share

ICC Luncurkan Penyelidikan Kejahatan Perang Terhadap Rusia

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 03 Maret 2022 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 03 18 2555877 icc-luncurkan-penyelidikan-kejahatan-perang-terhadap-rusia-55vyXcFZ4o.JPG Bangunan dan kendaraan yang hancur akibat pengeboman Rusia di Kharkiv, Ukraina, 1 Maret 2022. (Foto: Reuters)

DEN HAAG – Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) meluncurkan penyelidikan kejahatan perang di Ukraina setelah Rusia dituduh melakukan pengeboman terhadap warga sipil selama operasi mliter yang saat ini berlangsung. Penyelidikan itu dibuka setelah 39 negara menyerukan agar ICC melakukan investigasi terhadap tindakan Rusia di Ukraina.

Kepala jaksa ICC mengatakan bukti sedang dikumpulkan atas dugaan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida. Penyelidikan itu dibuka setelah 39 negara menyerukan 

Kota-kota di Ukraina termasuk ibu kota Kiev, Kharkiv dan Kherson telah mengalami serangan berat dalam beberapa hari terakhir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menuduh Moskow melakukan kejahatan perang, setelah melancarkan serangan udara di kota kedua negara itu Kharkiv, menewaskan warga sipil.

Awal pekan ini, Kepala Jaksa ICC Karim Khan mengatakan dia berencana untuk membuka penyelidikan atas peristiwa di Ukraina "secepat mungkin" tetapi rujukan dari 39 negara, termasuk Inggris, Prancis dan Jerman, memungkinkannya diluncurkan tanpa perlu. untuk persetujuan pengadilan, demikian dilaporkan BBC

ICC akan melihat tuduhan masa lalu dan sekarang tentang kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida, dan akan kembali ke 2013, sebelum aneksasi Rusia atas Krimea pada tahun berikutnya.

Pengadilan yang berbasis di Den Haag, Belanda itu mengadili individu yang dituduh melakukan kejahatan paling serius mengenai komunitas internasional, di mana negara tidak dapat atau tidak mau melakukannya.

ICC tidak memiliki kepolisian sendiri dan bergantung pada kerjasama negara untuk menangkap tersangka. Hukuman yang dijatuhkan oleh ICC dapat mencakup hukuman penjara dan denda.

Layanan darurat negara Ukraina mengatakan lebih dari 2.000 warga sipil telah tewas sejak invasi Rusia dimulai Kamis (24/2/2022) lalu, meskipun angka tersebut belum diverifikasi secara independen.

Komisaris tinggi PBB untuk pengungsi mengatakan sekitar satu juta orang telah meninggalkan Ukraina, mencari perlindungan di negara-negara tetangga.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini