JAKARTA - Banjir melanda 20 desa di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sejak Selasa 1 Maret 2022, berangsur surut. Banjir terjadi pascahujan dengan intensitas tinggi dan menyebabkan meluapnya daerah aliran sungai hingga menggenangi permukiman warga.
Tercatat 6.011 KK dan 16.986 jiwa warga Kabupaten Pamekasan terdampak dari banjir dengan ketinggian muka air bervariasi antara 50 hingga 100 sentimeter. Banjir kali ini menyebabkan 450 warga mengungsi ke tempat lebih aman.
Adapun wilayah yang terdampak banjir, meliputi Desa Samiran dan Kodik di Kecamatan Propo. Desa Palengaan Dejeh dan Desa Rombuh di Kecamatan Palengaan. Desa Sumedangan, Desa Lemper, Desa Majungan, Desa Barurambat Timur, Desa Pademawu Timur, dan Desa Pademawu Barat di wilayah Kecamatan Pademawu.
Kemudian Desa Jungcangcang, Desa Gladak Anya, Desa Patemon, Desa Laden, Desa Jalmak, Desa Kangenan, Desa Parteker, Desa Barurambat Kota, Desa Bugih dan Desa Bettet yang terletak di kawasan Kecamatan Pamekasan.
Pada saat kejadian, tim gabungan langsung menuju ke lokasi terdampak untuk melakukan pendataan, pemantauan dan evakuasi dengan menggunakan perahu karet serta memberikan dukungan makanan siap saji bagi warga terdampak, selain itu pos kesehatan dan dapur umum langsung difungsikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan melaporkan, hingga Kamis (3/3) pukul 01.00 WIB, banjir berangsur surut di berbagai lokasi dan sebagian warga sudah kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan dibantu oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, pemerintah daerah dan juga relawan penanggulangan bencana.
"Meskipun banjir mulai surut, posko kesehatan dan dapur lapangan tetap difungsikan untuk melayani kebutuhan masyarakat, " ujar Budi Cahyono Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Pamekasan melalui pesan singkat.