Share

Ukraina Gugat Rusia di Pengadilan Dunia, Bantah Klaim Genosida

Susi Susanti, Okezone · Senin 07 Maret 2022 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 07 18 2557599 ukraina-gugat-rusia-di-pengadilan-dunia-bantah-klaim-genosida-n3WNrWk6eF.jpg Pengadilan Dunia atau Mahkamah Internasional (Foto: Reuters)

DEN HAAG - Ukraina akan meminta pengadilan tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Pengadilan Dunia pada Senin (7/3) untuk mengeluarkan keputusan darurat yang mengharuskan Rusia menghentikan invasinya, dengan alasan bahwa pembenaran Moskow atas serangan itu didasarkan pada interpretasi yang salah terhadap undang-undang (UU) genosida.

Meskipun putusan pengadilan mengikat dan negara-negara pada umumnya mengikutinya, tidak ada sarana langsung untuk menegakkannya.

Diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan "aksi militer khusus" Rusia diperlukan "untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran intimidasi dan genosida" - yang berarti mereka yang bahasa pertama atau satu-satunya adalah bahasa Rusia - di Ukraina timur.

Gugatan Ukraina berpendapat bahwa klaim genosida tidak benar, dan dalam hal apapun tidak memberikan pembenaran hukum untuk invasi.

 Baca juga: Ukraina Tuduh Rusia Rencanakan Genosida di Pengadilan PBB

Kasus yang diajukan ke Pengadilan Dunia, yang secara resmi dikenal sebagai Mahkamah Internasional (ICJ), berpusat pada interpretasi perjanjian 1948 tentang pencegahan genosida, yang ditandatangani oleh kedua negara. Perjanjian itu menyebut ICJ sebagai forum untuk menyelesaikan perselisihan antara penandatangan.

Baca juga: Putin Bandingkan Perang Ukraina dengan Genosida 

Pekan lalu, dewan eksekutif Asosiasi Internasional Cendekiawan Genosida mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Putin "menyalahgunakan dan menyalahgunakan istilah 'genosida'".

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Sama sekali tidak ada bukti bahwa ada genosida yang terjadi di Ukraina," kata Presiden Asosiasi, Melanie O'Brien, kepada Reuters.

Adapun sidang dimulai pukul 10 pagi (0900 GMT) dengan Ukraina mempresentasikan kasusnya. Lalu Rusia dijadwalkan akan merespons pada Selasa (8/3) waktu setempat.

Sementara itu, Kedutaan Rusia di Den Haag tidak segera menanggapi pertanyaan dari Reuters tentang kasus tersebut.

ICJ diketahui dapat memerintahkan "langkah-langkah sementara" dengan jalur cepat dalam hitungan hari atau minggu untuk mencegah situasi memburuk sebelum melihat kelayakan suatu kasus, atau apakah ia memiliki yurisdiksi.

Ukraina meminta tindakan sementara dari pengadilan pada 2014 setelah pencaplokan Krimea oleh Rusia, dan ICJ memerintahkan kedua belah pihak untuk tidak memperburuk perselisihan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini