Share

Sejarah Hari Ini: PLTN Jepang Bocor, Tumpahkan 16 Ton Limbah Radioaktif ke Teluk Wakasa

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 09 Maret 2022 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 08 18 2558375 sejarah-hari-ini-pltn-jepang-bocor-tumpahkan-16-ton-limbah-radioaktif-ke-teluk-wakasa-Vkri8X418V.jpg PLTN Tsuruga. (Foto: Wikipedia)

PADA 9 Maret 1981 kecelakaan nuklir di pembangkit listrik Perusahaan Tenaga Atom Jepang di Tsuruga, Jepang, membuat 59 pekerja terpapar radiasi. Pejabat yang bertanggung jawab gagal memberi tahu publik dan penduduk sekitar secara tepat waktu, sehingga membahayakan mereka.

BACA JUGA: Kisah 'Manusia Radioaktif' Hishashi Ouchi, Dijaga Tetap Hidup Meski Kulit Meleleh dan Menangis Darah

Tsuruga terletak di dekat Teluk Wakasa di pantai barat Jepang. Sekira 60.000 orang tinggal di daerah sekitar pembangkit listrik tenaga atom. Pada 9 Maret, seorang pekerja lupa menutup katup kritis, menyebabkan tangki lumpur radioaktif meluap.

Sebanyak 56 pekerja dikirim untuk mengepel lumpur radioaktif sebelum kebocoran bisa keluar dari gedung pembuangan, tetapi rencana itu tidak berhasil dan 16 ton limbah tumpah ke Teluk Wakasa.

Terlepas dari risiko yang jelas bagi orang yang memakan ikan yang terkontaminasi yang ditangkap di teluk, Komisi Tenaga Atom Jepang tidak menyebutkan secara publik tentang kecelakaan atau tumpahan itu. Publik tidak diberitahu tentang kecelakaan itu sampai lebih dari sebulan kemudian, ketika sebuah surat kabar mengetahui dan melaporkan cerita tersebut.

Pada saat itu, rumput laut di daerah tersebut ditemukan memiliki kadar radioaktif 10 kali lebih besar dari biasanya. Level Cobalt-60 5.000 kali lebih tinggi dari level tertinggi sebelumnya yang tercatat di area tersebut.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Akhirnya, pada 21 April, Komisi Tenaga Atom secara terbuka mengakui kecelakaan nuklir itu tetapi membantah bahwa ada orang yang terpapar radiasi tingkat berbahaya. Dua hari kemudian, perusahaan yang menjalankan pabrik tersebut menyatakan bahwa mereka tidak segera mengumumkan kecelakaan itu karena emosionalisme Jepang terhadap nuklir apa pun.

Publik juga mengetahui untuk pertama kalinya bahwa, dalam insiden sebelumnya di pabrik yang sama pada Januari 1981, 45 pekerja telah terpapar radiasi.

Semua ikan yang ditangkap di Teluk Wakasa setelah kecelakaan itu ditarik kembali dan laporan menunjukkan bahwa ikan di daerah itu menunjukkan mutasi yang jauh lebih banyak daripada biasanya selama beberapa tahun setelah kejadian. Pada Mei 1981, presiden dan ketua Perusahaan Tenaga Atom Jepang mengundurkan diri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini