Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah KGPAA Mangkunegoro I Dijuluki Pangeran Sambernyawa, Malaikat Maut bagi Musuhnya!

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 09 Maret 2022 |07:10 WIB
Kisah KGPAA Mangkunegoro I Dijuluki Pangeran Sambernyawa, Malaikat Maut bagi Musuhnya!
Pangeran Sambernyawa/ ist
A
A
A

MENDENGAR nama Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said, semua musuh yang akan melawannya pasti akan bergetar. Pasalnya, Raden Mas Said ditakuti lawan karena keberaniannya dalam peperangan.

(Baca juga: Kisah Pangeran Sambernyawa, Korban Ketidakadilan yang Himpun Prajurit untuk Melawan!)

Bahkan dia tercatat sudah melakukan pertempuran di medan laga tidak kurang 250 kali tanpa merasakan kekalahan yang berarti.

Hal inilah yang mengakibatkan Raden Mas Said memperoleh julukan “Pangeran Sambernyawa” karena dianggap sebagai penebar maut (Penyambar Nyawa) untuk musuhnya di semua palagan.

Mengutip laman Kabupaten Wonogiri, Rabu (9/3/2022) atas keuletan dan ketangguhan Raden Mas Said dalam taktik pertempuran dan bergerilya sehingga luas wilayah perjuangannya meluas meliputi Ponorogo, Madiun dan Rembang bahkan sampai daerah Yogyakarta. Pada akhirnya atas bujukan Sunan Paku Buwono III, Raden Mas Said bersedia diajak ke meja perundingan guna mengakhiri pertempuran.

Saat perundingan yang melibatkan Sunan Paku Buwono III, Sultan Hamengkubuwono I dan pihak penjajah Belanda, disepakati bahwa Raden Mas Said memperoleh daerah kekuasaan dan diangkat sebagai Adipati Miji atau mandiri bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro I.

Pembagian wilayah kekuasaan Raden Mas Said terjadi pada tanggal 17 Maret 1757 dalam perjanjian di Salatiga. Kedudukannya sebagai Adipati Miji sejajar dengan kedudukan Sunan Paku Buwono III dan Sultan Hamengkubuwono I dengan daerah kekuasaan meliputi wilayah Keduwang (daerah Wonogiri bagian timur), Honggobayan (daerah timur laut Kota Wonogiri sampai perbatasan Jatipurno dan Jumapolo Kabupaten Karanganyar), Sembuyan (daerah sekitar Wuryantoro dan Baturetno), Matesih, dan Gunung Kidul.

KGPAA Mangkunegoro I membagi wilayah Kabupaten Wonogiri menjadi 5 (lima) daerah yang masing-masing memiliki ciri khas atau karakteristik yang digunakan sebagai metode dalam menyusun strategi kepemimpinan, yaitu :

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement