Penemuan drone pada Senin (14/3) adalah penemuan kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu setelah sebuah drone berhasil menembus wilayah udara NATO. Pada Kamis (10/3) pekan lalu, sebuah UAV tua terbang dari arah Ukraina melintasi Rumania dan Hungaria, sebelum jatuh di ibu kota Kroasia, Zagreb.
NATO mengatakan telah melacak Tu-141 selama berjam-jam, tetapi tidak berusaha untuk menembak jatuh. Berbicara pada Senin (14/3), Presiden Kroasia Zoran Milanovic mengatakan pemerintahnya adalah sekutu yang "solid dan setia" kepada NATO, tetapi pada akhirnya perlu mengandalkan pertahanan udaranya sendiri.
Menteri Pertahanan Kroasia Mario Bano¸i mengatakan pada Minggu (13/3) bahwa Tu-141 berisi "bagian bom" dan jejak bahan peledak, menunjukkan itu bukan pesawat pengintai.
(Susi Susanti)