Share

118 Saksi dan 200 Barang Bukti Diperiksa, Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Masih Misteri

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Senin 21 Maret 2022 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 340 2565448 118-saksi-dan-200-barang-bukti-diperiksa-pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-masih-misteri-EZJgidMMhs.jpg Rumah korban pembunuhan di Subang. (Dok MNC Portal)

BANDUNG - Kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat, belum juga terungkap setelah 7 bulan berlalu.

Polisi masih kesulitan mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Padahal, polisi telah memeriksa ratusan saksi termasuk barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut telah diperiksa.

Sejak pembunuhan terhadap Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu itu terjadi pada Rabu (18/8/2021), pelaku masih belum juga terungkap. Dalam upaya perburuan pelaku, polisi terus menggali keterangan saksi. Jumlah saksi yang diperiksa terus bertambah hingga 118 orang.

Ratusan saksi tersebut terdiri atas orang-orang yang diduga mengetahui peristiwa itu hingga saksi-saksi ahli, seperti saksi ahli sketsa wajah hingga dokter kesehatan jiwa. Bahkan, polisi pun melakukan pemeriksaan terhadap anggota satuan anjing pelacak, K9.

Tidak hanya saksi, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Ibrahim Tompo mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa ratusan barang bukti dalam upaya mengungkap tabir peristiwa itu. Tak tanggung-tanggung, polisi telah memeriksa sedikitnya 200 barang bukti yang telah diamankan.

"Barang bukti jumlahnya sekarang sudah 200 lebih yang kita lakukan pemeriksaan," kata Ibrahim, Senin (21/3/2022).

Di balik sulitnya upaya pengungkapan kasus tersebut, suami dan ayah korban, Yosef Hidayat yang juga menjadi salah satu saksi kunci mengaku, harus berpindah-pindah tempat tinggal selama polisi menyelidiki kasus yang menimpa keluarganya itu.

Menurut Rohman Hidayat, kuasa hukumnya, selama berbulan-bukan, kliennya terkatung-kantung karena tidak bisa pulang ke rumahnya yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).

"Ya, terkatung-katung, kadang (tinggal di (rumah) adiknya, kadang di istri mudanya, rumah itu (TKP) kosong, tidak ada aktivitas," ujar Rohman," ungkap Rohman.

Tidak hanya itu, sebagai pengelola Yayasan Bina Prestasi Nasional, Yosef pun kini tak mampu berbuat banyak. Pasalnya, dokumen-dokumen yayasan yang bergerak di bidang pendidikan itu juga masih berada di dalam TKP yang masih terpasang garis polisi.

"Selama ini, Pak Yosef tidak bisa masuk ke rumah. Banyak dokumen yayasan dan lainnya yang ada di dalam rumah tidak bisa diambil. Kegiatan Pak Yosef jadi tidak jelas, semuanya ada di rumah itu," jelasnya.

"Intinya, selama perkara ini belum terungkap, selama itu pula Pak Yosef tidak dapat masuk ke rumah," ucap Rohman.

Sebelumnya, Kapolda Jabar, Irjen Pol Suntana menargetkan, kasus pembunuhan sadis tersebut bakal terungkap awal 2022. Dia mengakui, dalam mengungkap perkara, memang tidak selalu cepat.

"Memang dalam pengungkapan satu perkara itu tergantung bukti-buktinya, ada yang cepat dan lama, seperti kasus perampokan My Bank itu cepat. Untuk kejadian di Subang mohon doanya, target saya awal tahun ini penyidik sedang mengumpulkan fakta-faktanya. Mohon kesabarannya, saya berkomitmen terhadap kasus ini," kata Suntana dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun Polda Jabar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (29/12/2021).

Bahkan, berdasarkan keterangan saksi potensial, Ditreskrimum Polda Jabar pun telah mengantongi sketsa wajah yang diduga kuat pelaku pembunuhan sadis itu.

"Kami sudah melakukan langkah memeriksa saksi potensial dan mendapatkan sketsa wajah dari terduga yang potensial dalam kasus tersebut. Sketsa wajah ini hasil dari tim Inafis Bareskrim," ungkap Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Yani Sudarto di kesempatan yang sama.

Diketahui, warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang digegerkan penemuan dua mayat di dalam bagasi mobil Alphard, Rabu (18/8/2021).

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi kejadian. Polisi yang datang ke TKP langsung menuju mobil Alphard tempat ditemukannya korban.

Saat bagasi mobil dibuka, ternyata di dalamnya terdapat dua korban yang tak lain ibu dan anak gadisnya dengan kondisi tak berbusana dan luka parah di bagian kepala.

Keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian pun histeris saat polisi mengevakuasi kedua korban. Kedua korban tersebut, yaitu Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini