JAKARTA - Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo mengklaim, jaringan narkoba yang ada di Komplek Permata Kedaung Kaliangke atau yang dikenal sebagai Kampung Ambon memiliki kode atau cara tertentu guna mengelabui polisi.
Ardhie mengatakan, masyarakat Kampung Ambon yang terjaring narkoba menggunakan aplikasi whatsapp saat melakukan transaksi serta mengatur kode keamanan dalam aplikasi tersebut guna menghindari jeratan dari pihak kepolisian.
"Di Kampung Ambon juga mereka pakai kode. Kemarin, salah satu pelaku, kami dapatkan telah melakukan komunikasi melalui pesan singkat aplikasi whatsapp," ujar Ardhie saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/3/2022).
Menurut Ardhie, ada beberapa kode yang mudah dimengerti masyarakat serta ada juga kode yang dimodifikasi. Hal tersebut mereka lakukan guna meminimalisir pergerakan mereka di permukaan.
"Mereka itu berpesan 'awas ada polisi' atau 'awas ada pergerakan'," ucap Ardhie.