Share

BNPB : Fenomena Pergerakan Tanah Ancam 200 Jiwa di Manggarai Barat NTT

Tim Okezone, Okezone · Selasa 22 Maret 2022 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 22 340 2565639 bnpb-fenomena-pergerakan-tanah-ancam-200-jiwa-di-manggarai-barat-ntt-B2tzTsCrsp.jfif Fenomena pergerakan tanah ancam 200 jiwa di Manggarai Barat, NTT. (BNPB)

JAKARTA - Fenomena pergerakan tanah mengancam 200 jiwa dari 62 kepala keluarga (KK) warga Desa Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, pihaknya memperoleh keterangan dari warga setempat, ancaman pergerakan tanah telah ada sejak 2016, 2018 dan 2021.

"Namun, pergerakan tanah pada Jumat (18/3) menjadi ancaman yang dinilai paling parah. Masyarakat mengkhawatirkan kondisi itu dapat berpotensi menjadi bencana," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis.

Ia melanjutkan, berdasarkan laporan visual dari giat kaji cepat tim BPBD Manggarai Barat, beberapa retakan tanah terpantau mulai dari halaman rumah hingga bagian dalam rumah warga. Beberapa titik retakan juga terlihat di bagian dinding rumah warga dan telah merusak tiang penyangga bagian teras rumah.

"Di samping itu, tim kaji cepat BPBD Manggarai melaporkan adanya tanah gembur yang apabila ditekan atau diinjak terasa bergoyang," katanya.

Pemkab Manggarai Barat melalui BPBD Manggarai Barat bersama instansi terkait telah memberikan imbauan kepada warga agar dapat mengantisipasi segala hal yang dapat terjadi terkait ancaman bencana dari fenomena pergerakan tanah. BPBD Manggarai juga telah mendata dan memberikan sosialisasi kepada warga agar kemudian bersedia direlokasi ke wilayah yang lebih aman dari potensi ancaman bencana.

"Dalam hal ini, tim ahli geologi atau instansi terkait lainnya sangat dibutuhkan untuk memastikan kondisi dan risiko dari ancaman atas fenomena pergerakan tanah yang terjadi. Sehingga langkah-langkah pencegahan dan mitigasi bencana dapat segera dilakukan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini