Share

Depresi Berat, Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Tergantung

edy gustan, Koran SI · Selasa 29 Maret 2022 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 28 340 2569359 depresi-berat-wanita-paruh-baya-ditemukan-tewas-tergantung-BOECOWJLFx.jpg Illustrasi (foto: freepick)

LOMBOK TENGAH - Seorang yang mengidap gangguan jiwa di Dusun Berembeng Bat Daye Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah ini berinisial B (55) ditemukan tergantung di plafon kamar tidurnya, dengan kain warna hijau melilit lehernya, pada Senin (28/03/2022), pukul 09.00 Wita.

Peristiwa itu bermula ketika Sopiah anak korban membangunkan ibunya untuk salat subuh. Hanya saja korban sedang tidur. Korban diketahui sebagai ODGJ sehingga diisolasi dalam kamar berukuran 2 X 2,5 meter.

BACA JUGA:Tragis! Pemuda di Bali Bunuh Diri 3 Hari Jelang Menikah 

Sopiah pun membiarkan ibunya dan meninggalkannya sendiri. Sekitar pukul 09.00 wita, Sopia kembali ke kamar B untuk membawakan sarapan pagi.

Begitu pintu kamar terbuka, dia terkejut melihat tubuh ibunya tergantung sedemikian rupa. Dia lantas berteriak sehingga mengundang perhatian warga yang datang ke rumahnya. Warga pun segera menurunkan tubuh korban yang belakangan diketahui tidak bernyawa.

 BACA JUGA:Coba Bunuh Diri, Gadis 17 Tahun Nekat Lompat dari Jembatan Mahakam

Warga lantas melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian setempat. Polsek Jonggat pun datang dan melakukan olah TKP. Kapolsek Jonggat IPTU Bambang Sutrisno membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya telah meminta keterangan saksi-saksi.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Belakangan diketahui jika korban sudah 10 tahun mengalami gangguan jiwa. Bahkan, tiga bulan terakhir pihak desa sudah tiga kali membawa korban ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mataram. Korban diisolasi dalam kamar terkunci untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Lagipula, korban ketika kambuh dan sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji.

"Atas kesepakatan keluarga korban tidak merasa keberatan atas peristiwa tersebut dan menganggap kejadian tersebut adalah musibah dan menolak dilakukan autopsi yang dibuktikan dengan membuat surat pernyataan" ujar Bambang Sutrisno kepada wartawan.

Pihak keluarga pun segera mengebumikan korban di pekuburan setempat. Kuat dugaan korban mengalami depresi berat sehingga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini