Share

Delegasi Ukraina dan Rusia Tiba di Turki untuk Pembicaraan Damai, Prioritas Utama Amankan Gencatan Senjata

Susi Susanti, Okezone · Selasa 29 Maret 2022 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 18 2569529 delegasi-ukraina-dan-rusia-tiba-di-turki-untuk-pembicaraan-damai-prioritas-utama-amankan-gencatan-senjata-AxhrRRnnK1.jpeg Delegasi Ukraina dan Rusia tiba di Istanbul Turki untuk pembicaraan damai (Foto: AFP)

UKRAINA - Delegasi Rusia dan Ukraina telah tiba di kota terbesar Turki, Istanbul, Senin (28/3)untuk putaran baru pembicaraan damai tatap muka, yang bertujuan untuk mencapai kemajuan substansial guna mengakhiri krisis.

Delegasi Rusia telah menetap di hotel Ciragan Palace Kempinski sementara delegasi Ukraina telah check-in di Shangri-La Bosphorus, keduanya sangat dekat satu sama lain di distrik Besiktas.

Laporan media mengatakan kedatangan delegasi Ukraina telah ditunda hingga malam hari karena penutupan wilayah udara Ukraina dan beberapa masalah logistik. Menurut penyiar NTV, delegasi Ukraina harus pergi ke negara tetangga melalui jalan darat untuk terbang ke Istanbul.

Baca juga: Tolak Barat dalam Pembicaraan Damai dengan Ukraina, Rusia: Mereka Tidak Bisa Dipercaya

Delegasi Ukraina dipimpin Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov dan Kepala Kantor Kepresidenan Mikhail Podolyak, Mereka mengatakan prioritas utama adalah mengamankan gencatan senjata, meskipun ada skeptisisme tentang apakah hal ini mungkin terjadi.

 Perundingan pada Selasa (29/3) akan dimulai pada pukul 10:30 waktu setempat (0730 GMT) di Kantor Kerja Presiden Dolmabahce di Besiktas. Pembicaraan tatap muka, yang pertama dalam lebih dari dua minggu, akan dipandu oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Baca juga: Roman Abramovich dan 2 Negosiator Ukraina Dilaporkan Diracun dengan Senjata Kimia

 Erdogan diperkirakan akan berbicara kepada para delegasi pada pembukaan pertemuan tersebut.

"Kami akan mengadakan pertemuan singkat dengan para delegasi besok pagi," kata Erdogan pada konferensi pers setelah rapat kabinet di ibu kota Turki, Ankara, Senin (28/3).

Menurut rencana, pembicaraan ini akan membahas beberapa hal. Diantaranya Rusia menuntut agar Ukraina membatalkan niat untuk bergabung dengan NATO - sebuah masalah yang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky katakan dia bersedia untuk berkompromi.

Masalah pelik lainnya yang diharapkan akan dibahas termasuk nasib wilayah yang dikuasai separatis di timur Ukraina, serta status Krimea, yang secara resmi dianeksasi Rusia pada 2014.

Sejauh ini, Rusia dan Ukraina telah mengadakan tiga putaran pembicaraan langsung di Belarus, dan sesi keempat mereka dalam format konferensi video.

Turki semakin mempercepat upaya diplomatiknya di arena internasional, menegaskan kembali kebijakannya bahwa mereka siap memainkan peran mediator untuk perdamaian abadi di kawasan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini