SAO JORGE - Para ahli gunung berapi pada Selasa (29/3/2022) memperingatkan bahwa Pulau Sao Jorge yang dilanda gempa di kepulauan Azores Portugal dapat mengalami letusan awal yang serupa dengan yang terjadi di La Palma Spanyol tahun lalu. Erupsi yang terjadi di La Palma menghancurkan ribuan properti dan tanaman di atasnya dalam 85 hari.
BACA JUGA: Alami 'Krisis Seismik', Pulau di Portugal Diguncang 1.100 Gempa dalam 48 Jam
Sao Jorge, sebuah Pulau Atlantik tengah yang subur, telah diguncang oleh lebih dari 20.000 gempa bumi kecil dalam 11 hari terakhir, yang oleh para ahli disebut dengan "krisis seismik". Getaran terkuat tercatat pada Selasa malam, dengan kekuatan M 3,8, menurut laporan CIVISA, pusat pengawasan gunung berapi kawasan tersebut.
Badan Meteorologi Portugal IPMA mengatakan gempa tersebut mencapai magnitudo 4.
Ada kekhawatiran gempa yang sejauh ini tidak menyebabkan kerusakan, bisa menandakan letusan gunung berapi untuk pertama kalinya sejak 1808, atau gempa bumi yang kuat.
Gempa pada Selasa terasa di Sao Jorge serta di pulau-pulau terdekat Terceira, Pico dan Faial, yang juga vulkanik.
Orang tua dan mereka yang memiliki mobilitas terbatas telah dievakuasi dari Velas, kotamadya di mana sebagian besar aktivitas seismik telah dicatat, dan banyak penduduk setempat telah meninggalkan pulau itu dalam ketakutan.
"Kekuatan gempa telah berkurang sedikit... tetapi penduduk harus tetap waspada, mereka tidak boleh bersantai," kata Eduardo Farias, kepala otoritas Perlindungan Sipil Azores sebagaimana dilansir Reuters.
Peningkatan mendadak aktivitas seismik Sao Jorge mengingatkan pada gempa bumi yang terdeteksi sebelum letusan pertama gunung berapi Cumbre Vieja di Pulau La Palma Spanyol September lalu, sekira 1.400 km tenggara Azores.
Para ahli di Institut Vulkanologi Kepulauan Canary, Involcan, yang memantau letusan La Palma, mengatakan pada Selasa sekira 20 juta meter kubik lava dapat dimuntahkan di Sao Jorge jika letusan terjadi.
Luca D'Auria, direktur departemen pengawasan gunung berapi Involcan, mengatakan kepada Reuters bahwa deformasi tanah yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi telah terdeteksi di Sao Jorge.
"Itu bisa berakhir tanpa hasil (...) atau bisa berakhir dengan letusan gunung berapi," katanya.
Farias mengatakan CIVISA akan menganalisis data Involcan tetapi meminta sekira 8.400 penduduk Sao Jorge untuk tidak panik.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.