Dalam pengumuman gencatan senjata, Al-Maliki menunjukkan bahwa koalisi yang dipimpin Saudi menegaskan kembali posisinya yang teguh dalam mendukung pemerintah Yaman yang sah baik dalam posisi politik maupun prosedur dan tindakan militernya, merujuk pada saingan Houthi yang didukung Riyadh.
Pengumuman Al-Maliki datang tiga hari setelah pemberontak Houthi yang menguasai ibu kota Yaman menawarkan gencatan senjata tiga hari yang mereka katakan bisa menjadi permanen jika koalisi pimpinan Saudi bersedia.
“Ini adalah undangan yang tulus dan langkah-langkah praktis untuk membangun kembali kepercayaan dan mengambil semua pihak dari arena pembicaraan ke arena tindakan,” ujar Presiden Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat Mashat, pada Sabtu (26/3) dalam siaran pidato di televisi Yaman.
Mashat menjelaskan Houthi akan menghentikan serangan rudal dan drone mereka dan mengharapkan Saudi menghentikan kampanye pengeboman mereka dan membuka blokir pelabuhan Yaman.
Usulan ini muncul setelah serangan Houthi yang menghancurkan terhadap depot minyak Saudi Aramco di Jeddah pada 25 Maret lalu, dan pemboman koalisi pembalasan di ibukota Yaman Sanaa dan pelabuhan Hodeidah.